facebook

Meski Kecil, Namun Kematian Mendadak Setelah Melakukan Hubungan Seksual Juga Mengintai Kelompok Usia Muda

Risna Halidi
Meski Kecil, Namun Kematian Mendadak Setelah Melakukan Hubungan Seksual Juga Mengintai Kelompok Usia Muda
Ilustrasi hubungan seksual (Shutterstock).

Hasil otopsi komprehensif menunjukkan bahwa pada dasarnya, hubungan seksual jarang memicu kematian jantung mendadak atau SCD.

Suara.com - Meski jarang, namun kasus seseorang menjemput ajal saat berhubungan seksual adalah hal yang bisa saja terjadi.

Dikutip dari laman Medpagetoday, hasil otopsi komprehensif menunjukkan bahwa pada dasarnya, hubungan seksual jarang memicu kematian jantung mendadak atau SCD.

Tercatat kematian yang terjadi akibat satu jam berhubungan seksual ada 0.2 persen dari 6.847 kasus SCD di Inggris. Namun tingkat kematian setelah melakukan hubungan seksual tetap rendah di semua kasus SCD berdasarkan penyebab kematian.

Angkanya adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Wanita Ini Malah Senang Lihat Suami Berhubungan Seksual dengan Wanita Lain

  • Sindrom kematian aritmia mendadak: 0,2 persen
  • Diseksi aorta: 2 perse
  • Kardiomiopati aritmogenik: 0,7 persen
  • Kardiomiopati hipertrofik: 0,3 persen
  • Penyakit jantung iskemik: 0,1 persen
  • Fibrosis idiopatik: 0,6 persen
  • Hipertrofi ventrikel kiri idiopatik: 0,3 persen
  • Prolaps katup mitral: 1 persen

Dari angka tersebut, 17 orang dengan rata-rata usia 38 tahun dan dua pertiganya laki-laki, dinyatakan meninggal dunia karena SCD setelah berhubungan seksual.

"Orang yang lebih muda (di bawah usia 50 tahun) dengan kondisi masalah jantung seperti kardiomiopati dan channelopathies, mungkin khawatir tentang risiko kematian mendadak selama hubungan seksual karena lonjakan kasus katekolaminergik yang menyertai aktivitas seksual ini," tulis peneliti dari St. George's University of London.

Hanya saja, peneliti percaya bahwa temuan mereka bisa memberikan kepastian bahwa melakukan aktivitas seksual relatif aman pada pasien dengan masalah jantung, terutama untuk yang masih berusia muda.

Para peneliti juga mengutip sebuah studi tahun 2006 yang mengaitkan hubungan seksual dengan 0,2 persen kematian alami yang menjalani otopsi pada kelompok yang didominasi usia paruh baya (usia rata-rata 59,1 tahun dengan 92,6 persen pria).

"Dalam kohort ini, kami menemukan bahwa proporsi perempuan yang meninggal jauh lebih tinggi daripada di penelitian sebelumnya."

Baca Juga: Hasil Penelitian Amerika: Makin Berumur, Hubungan Seksual Makin Memuaskan

SCD sendiri didefinisikan sebagai kematian yang terjadi dalam waktu 12 jam setelah terlihat sehat. Semua kasus SCD harus menjalani evaluasi makroskopik dan histologis jantung oleh ahli patologi jantung.

Peneliti Mary Sheppard dan rekan mengatakan bahwa mereka tidak memasukkan korban serangan jantung mendadak dalam laporan, serta tidak memeriksa kematian setelah berhubungan seks yang tidak dikaitkan dengan SCD.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar