Remaja Sudah Bisa Diajarkan Self Talk Untuk Atasi Stres, Cari Tahu Dulu Tahapannya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:30 WIB
Remaja Sudah Bisa Diajarkan Self Talk Untuk Atasi Stres, Cari Tahu Dulu Tahapannya
Ilustrasi remaja. (Shutterstock)

Suara.com - Seperti orang dewasa, remaja juga bisa mengalami stres akibat tekanan tertentu. Stres pada remaja bisa saja semakin parah apabila kondisi lingkungan sekitarnya tidak mendukung mereka untuk melakukan aktivitas menyenangkan agar pikirannya teralihkan.

Orang dewasa mungkin pernah melakukan self talk atau bicara dengan diri sendiri untuk mengenali dan mengatasi stres yang terjadi. Cara yang sama sebenarnya bisa dilakukan oleh remaja, tentunya dengan bantuan orangtua.

Self talk bisa memicu penafsiran perasaan dan persepsi terhadap apa yang sedang dialami. Hal tersebut juga mengatur dan mengubah keyakinan yang nantinya akan memberikan instruksi dan penguatan kepada diri sendiri.

Dikutip dari Ruang Guru, self talk bukan mencoba untuk memaksakan dan mengubah pikiran serta perilaku seseorang menjadi sosok individu tertentu. Namun, membuat diri mereka yang sedang tidak dalam keadaan seimbang itu menjadi lebih tenang.

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi Remaja. (Shutterstock)

Remaja umumnya tidak bisa menahan diri untuk memikirkan sesuatu yang tidak rasional, akhirnya akan menyebabkan tingkat stres meningkat. Gejalanya bisa terlihat dari mudah menangis, lesu, mudah marah, perubahan perilaku, dan lebih sering mengasingkan diri dari perkumpulan.

Teknik self talk dilakukan dengan tujuan pengungkapan pernyataan-pernyataan positif untuk mengubah pemikiran remaja yang tidak masuk akal.

Tahapan yang Perlu Dilakukan Pada Teknik Self Talk

Proses penerapan teknik self talk dibagi beberapa tahap. Tahapan yang pertama, memperlihatkan pemikiran-pemikiran yang tidak logis atau irasional kepada anak. 

Remaja harus dibantu agar bisa memahami kalau pemikirannya irasional dan mengarahkannya agar kembali rasional. Hal ini dilakukan karena lingkup pertama yang dia temui adalah lingkungan keluarga.

Kedua, anak dibantu agar dirinya merasa yakin bahwa segala bentuk dari pikirannya yang memiliki nilai negatif dapat berubah menjadi nilai-nilai yang positif. Pada tahap ini anak akan diajarkan agar bisa membedakan pemikirannya. 

Orangtua perlu membimbing anak menemukan pemikiran yang mengandung unsur negatif yang sebenarnya bisa berubah menjadi positif. 

Misalnya, ketika anak berkata kalau dirinya tidak bisa hidup seperti kondisi yang dihadapinya saat ini. Peran orangtua, meyakinkan anak bisa melalui posisi tersebut dengan memintanya berkata, "aku bisa melewatinya".

Tahap ketiga, anak perlu dibantu terus-menerus untuk mengembangkan pikiran rasionalnya. Sehingga pemikiran-pemikiran negatif yang dibangun oleh anak dapat tergantikan dengan pemikiran yang rasional. Akhirnya, anak terlatih untuk semakin berpikir positif dan mengontrol pemikirannya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyesek, Gadis Remaja Kirim Pesan Begini ke Teman, Ternyata Hendak Pergi Selamanya

Nyesek, Gadis Remaja Kirim Pesan Begini ke Teman, Ternyata Hendak Pergi Selamanya

Hits | Selasa, 18 Januari 2022 | 11:18 WIB

The Kissing Booth: Film Remaja Paling Relate dengan Kehidupan Anak Muda

The Kissing Booth: Film Remaja Paling Relate dengan Kehidupan Anak Muda

Your Say | Senin, 17 Januari 2022 | 18:43 WIB

Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?

Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?

Health | Senin, 17 Januari 2022 | 14:05 WIB

Terkini

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:33 WIB