facebook

Remaja Sudah Bisa Diajarkan Self Talk Untuk Atasi Stres, Cari Tahu Dulu Tahapannya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Remaja Sudah Bisa Diajarkan Self Talk Untuk Atasi Stres, Cari Tahu Dulu Tahapannya
Ilustrasi remaja. (Shutterstock)

Self talk bisa memicu penafsiran perasaan dan persepsi terhadap apa yang sedang dialami.

Suara.com - Seperti orang dewasa, remaja juga bisa mengalami stres akibat tekanan tertentu. Stres pada remaja bisa saja semakin parah apabila kondisi lingkungan sekitarnya tidak mendukung mereka untuk melakukan aktivitas menyenangkan agar pikirannya teralihkan.

Orang dewasa mungkin pernah melakukan self talk atau bicara dengan diri sendiri untuk mengenali dan mengatasi stres yang terjadi. Cara yang sama sebenarnya bisa dilakukan oleh remaja, tentunya dengan bantuan orangtua.

Self talk bisa memicu penafsiran perasaan dan persepsi terhadap apa yang sedang dialami. Hal tersebut juga mengatur dan mengubah keyakinan yang nantinya akan memberikan instruksi dan penguatan kepada diri sendiri.

Dikutip dari Ruang Guru, self talk bukan mencoba untuk memaksakan dan mengubah pikiran serta perilaku seseorang menjadi sosok individu tertentu. Namun, membuat diri mereka yang sedang tidak dalam keadaan seimbang itu menjadi lebih tenang.

Baca Juga: Hits Kesehatan: Manfaat Paracetamol, Booster Sinovac Tak Beri Reaksi Merugikan Tubuh

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi Remaja. (Shutterstock)

Remaja umumnya tidak bisa menahan diri untuk memikirkan sesuatu yang tidak rasional, akhirnya akan menyebabkan tingkat stres meningkat. Gejalanya bisa terlihat dari mudah menangis, lesu, mudah marah, perubahan perilaku, dan lebih sering mengasingkan diri dari perkumpulan.

Teknik self talk dilakukan dengan tujuan pengungkapan pernyataan-pernyataan positif untuk mengubah pemikiran remaja yang tidak masuk akal.

Tahapan yang Perlu Dilakukan Pada Teknik Self Talk

Proses penerapan teknik self talk dibagi beberapa tahap. Tahapan yang pertama, memperlihatkan pemikiran-pemikiran yang tidak logis atau irasional kepada anak. 

Remaja harus dibantu agar bisa memahami kalau pemikirannya irasional dan mengarahkannya agar kembali rasional. Hal ini dilakukan karena lingkup pertama yang dia temui adalah lingkungan keluarga.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 6 Tanda Tubuh Berada Dalam Tekanan Stres Berkelanjutan!

Kedua, anak dibantu agar dirinya merasa yakin bahwa segala bentuk dari pikirannya yang memiliki nilai negatif dapat berubah menjadi nilai-nilai yang positif. Pada tahap ini anak akan diajarkan agar bisa membedakan pemikirannya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar