facebook

Sudah Vaksinasi Lengkap Tapi Positif Covid-19, Jangan Panik! Ini yang Harus Anda Lakukan

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Sudah Vaksinasi Lengkap Tapi Positif Covid-19, Jangan Panik! Ini yang Harus Anda Lakukan
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Munculnya Varian Omicron membuat masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 tetap bisa terinfeksi.

Suara.com - Munculnya Varian Omicron membuat masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 tetap bisa terinfeksi.

Jika ini terjadi pada Anda, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan tidak perlu panik. Sebab, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut karena sudah divaksinasi nyaris semua atau 80 hingga 90 persen orang yang positif Covid-19 saat ini tidak bergejala atau gejala ringan.

Sama seperti varian Covid-19 lainnya, yang pernah menyebabkan outbreak di Indonesia. Saat masyarakat dinyatakan positif varian Omicron, tetap menjalani prosedur karantina baik di fasilitas terpusat seperti RS. Wisma Atlet maupun rumah secara mandiri.

"Kita kembali ke tatalaksana selama ini, mau varian Omicron, maupun Delta tetap saja infeksi Covid-19, jadi tata laksananya sama," ujar Nadia dalam acara diskusi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga: Masyarakat Umum Usia 18 Tahun ke Atas Dapat Vaksin Booster, Stok Lansia Terganggu? Kemenkes Beri Penjelasan

Ilustrasi Covid-19 Virus Corona. [Envato Elements]
Ilustrasi Covid-19 Virus Corona. [Envato Elements]

Ia menambahkan, lantaran tidak bergejala atau gejala ringan maka disarankan tidak lakukan karantina di rumah sakit. Ini karena rumah sakit dikhususkan untuk pasien Covid-19 bergejala berat atau kritis yang butuh perawatan dan pemantauan dokter secara ketat.

Nadia juga menerangkan bahwa ada tata laksana penanganan pasien Covid-19, yaitu tambahan obat Molnupiravir buatan Merck, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) dan obat Covid-19 Paxlovid.

Kedua obat ini diberikan kepada pasien Covid-19 gejala ringan dan sedang yang berisiko alami gejala berat atau kritis.

"Sesuai kesepakatan, kita tambahkan 2 jenis obat baru, untuk fase ringan ke berat, kedepan akan berikan obat ini, dan diserahkan kepada dokter yang akan merawatnya," jelasnya.

Terakhir Nadia, mengingatkan untuk tidak cemas dan panik, yang terpenting memiliki akses telemedicine atau pengobatan jarak jauh, sehingga bisa konsultasi langsung.

Baca Juga: Hasil Riset Mengklaim bahwa Vaksin Moderna Lebih Efektif Cegah Infeksi Virus Corona Covid-19

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar