facebook

Pelajar di Inggris Ini Terinfeksi Covid-19 Empat Kali, Bagaimana Kondisinya Kini?

Bimo Aria Fundrika
Pelajar di Inggris Ini Terinfeksi Covid-19 Empat Kali, Bagaimana Kondisinya Kini?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Salah satu negara yang mengalami lonjakan ialah Inggris. Bahkan, dilansir dari World of Buzz, seorang pelajar di Inggris dilaporkan terinfeksi Covid-19 empat kali.

Suara.com - Hingga kini virus corona masih terus menyebar di seluruh dunia. Bahkan, ditemukannya virus corona varian omicron memicu lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara. 

Salah satu negara yang mengalami lonjakan ialah Inggris. Bahkan, dilansir dari World of Buzz, seorang pelajar di Inggris dilaporkan terinfeksi Covid-19 empat kali. 

Dia pertama kali terkena virus Covid-19 pada September 2020. Saat itu dia bekerja di bar dengan masker wajah, dan dinyatakan positif setelah mengalami gejala seperti kelelahan dan pilek.

Pada Januari 2021, kedua orang tua Wharton dinyatakan positif terkena virus. Meskipun mereka diisolasi di kamar mereka, dia masih terkena virus setelah tes PCR lagi. Gejalanya juga termasuk hidung meler.

Baca Juga: Ketatkan Aturan Covid-19, PM Selandia Baru Batal Nikah

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Ketiga kalinya dia dinyatakan positif pada Februari 2021. Baru-baru ini, dia dinyatakan positif lagi setelah melakukan tes skrining sebelum berangkat ke AS. “Saya pikir saya tidak akan pernah terkena Covid-19 lagi,” katanya. Kali ini, dia mendapat gejala seperti flu tidak seperti pertemuan sebelumnya.

Untuk saat ini, Wharton telah mendapatkan kedua dosis vaksin tersebut dan sedang menunggu suntikan booster. Menurutnya, selama ini dirinya selalu dikarantina di rumah saat terkena virus, dan tidak pernah terkena virus tersebut saat merawat pasien Covid-19 selama masa magangnya.

Kasus positif Covid-19 di seluruh dunia bertambah lebih dari 2,79 juta dalam 24 jam terakhir. Di waktu yang sama, 6.356 orang meninggal akibat infeksi virus corona tersebut. 

Kasus positif harian paling dilaporkan Perancis dengan jumlah 389.320 kasus. Sementara angka kematian terbanyak kemarin terjadi di Amerika Serikat yang melaporkan 841 jiwa. 

Data pada situs worldometers, akumulasi kasus Covid-19 per Minggu, 23 Januari 2022, pukul 09.00 WIB tercatat telah mencapai 349,7 juta dengan kematian lebih dari 5,6 juta jiwa. 

Baca Juga: Kabupaten Blitar Mulai Suntik Vaksin Booster Besok, Begini Syaratnya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar