Studi CDC: Vaksin Booster Terbukti Mampu Mencegah Infeksi Varian Omicron

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 24 Januari 2022 | 14:47 WIB
Studi CDC: Vaksin Booster Terbukti Mampu Mencegah Infeksi Varian Omicron
Ilustrasi vaksin booster (Freepik)

Suara.com - Sebanyak tiga penelitian yang dirilis pada Jumat (21/1/2022) lalu mengonfirmasi bahwa vaksin booster Covid-19 mampu melindungi tubuh dari virus corona varian Omicron. Studi besar tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat, yang melihat adanya efek perlindungan vaksinasi dosis ketiga.

Dikutip dari Medical Express, peneliti dari Jerman, Afrika Selatan dan Inggris mengidikasikan bahwa vaksin dua dosis yang tersedia belum mampu melawan varian Omicron.

Tetapi dosis booster disebut dapat meningkatkan antibodi penangkal virus, sehingga memungkinkan manusia yang mendapatkan suntikan booster agar terhindar dari gejala maupun infeksi virus corona varian Omicron.

Lewat penelitian pertama, studi mengamati pasien rawat inap, ruang gawat darurat, dan kunjungan pasien ke pusat perawatan darurat di sepuluh negara mulai dari bulan Agustus sampai Januari 2022.

Studi ini menemukan adanya efektivitas vaksin terbaik tiga dosis booster, yakni vaksin Pfizer atau Moderna, di mana vaksin ini mampu mencegah Covid-19 serta mengurangi kunjungan perawatan darurat.

Para peneliti juga menekankan, vaksin booster tidak hanya mencegah dari infeksi, tetapi juga keparahan. Kabar baiknya, dosis ketiga dapat mencegah rawat inap Covid-19 sebesar 90 persen, baik selama periode varian Delta maupun Omicron.

Selanjutnya, studi kedua yang terbit di Centers for Disease Control and Prevention, mengambil fokus pada angka kasus Covid-19 dan kematian di 25 negara, yang terjadi pada awal April sampai bulan Natal tahun lalu.

Studi ini membuktikan bahwa vaksin booster memiliki perlindungan tinggi, baik itu selama varian Delta maupun Omicron.

Terakhir, studi ketiga yang terbit di The Journal Of American Medical Association, yang dipimpin oleh peneliti CDC, melihat relawan yang dites positif Covid-19 mulai dari tanggal 10 Desember hingga 1 Januari lebih dari 4.600 situs pengujian di AS.

baca juga

Studi ini mengatakan, booster vaksin Pfizer atau Moderna disebut dapat melawan penyakit simtomatik sebesar 67 persen, dibanding pasien yang hanya mendapatkan dua dosis suntikan. Dikatakan, dua dosis tidak mampu memberi perlindungan yang signifikan.

“Ini benar-benar menunjukkan pentingnya mendapatkan vaksinasi booster,” ungkap salah satu penulis studi, Emma Accorsi dari CDC.

Ia pun menekankan agara masyarakat harus mendapat booster setidaknya lima bulan setelah menyelesaikan dua dosis sebelumnya.

"Jika Anda memenuhi syarat untuk booster dan Anda belum mendapatkannya, itu Anda tidak up to date dan Anda perlu mendapatkan booster segera,” ungkap Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky, di Gedung Putih Jumat lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Varian Omicron di Kota Solo, Pemkot Kirim 32 Sampel WGS

Antisipasi Varian Omicron di Kota Solo, Pemkot Kirim 32 Sampel WGS

Surakarta | Senin, 24 Januari 2022 | 14:45 WIB

Semen Gresik Fasilitasi Vaksinasi Booster untuk Karyawan

Semen Gresik Fasilitasi Vaksinasi Booster untuk Karyawan

Jawa Tengah | Senin, 24 Januari 2022 | 14:35 WIB

Orang Depresi Cenderung Enggan Suntik Vaksin Covid-19, Ini Sebabnya!

Orang Depresi Cenderung Enggan Suntik Vaksin Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 24 Januari 2022 | 14:42 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×