facebook

Benarkah Anak yang Baru Minum Sufor Setelah Lebih dari 1 Tahun Berisiko Stunting? Ini Kata Ahli

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Benarkah Anak yang Baru Minum Sufor Setelah Lebih dari 1 Tahun Berisiko Stunting? Ini Kata Ahli
Ilustrasi susu (Pixabay/Couleur)

Meski bayi masih mendapatkan ASI setelah usia 6 bulan, ahli gizi menyarankan agar anak juga disokong susu formula (sufor).

Suara.com - Susu menjadi sumber makanan pokok bagi bayi sejak baru lahir. Sejak baru lahir hingga usia 6 bulan, disarankan bayi hanya mengonsumsi ASI. Setelah itu, bayi bisa mendapatkan MPASI.

Meski bayi masih mendapatkan ASI setelah usia 6 bulan, ahli gizi menyarankan agar anak juga disokong susu formula (sufor). Tujuannya, agar nutrisi anak tercukupi dan mencegahnya dari risiko stunting.

"Usia pertama kali anak minum susu pertumbuhan, kalau sudah lebih dari 1 tahun ternyata sudah agak terlambat, berisiko menjadi stunting. Kalau ASI saja, nutrisi ibunya sendiri tidak baik," jelas ahli Gizi sekaligus Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi Dan Kesehatan Keluarga (PKGK) UI Prof. drg Sandra Fikawati, MPH, dalam webinar Hari Gizi Nasional bersama Frisian Flag, Selasa (25/1/2022).

Ia menyampaikan bahwa status gizi ibu hamil di Indonesia juga kurang baik. Di mana 50 persen ibu hamil mengalami anemia dan sekitar 20 persen kurang gizi kronis. Kondisi tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan janin dan kualias ASI.

Baca Juga: Dalam Rangka Hari Gizi Nasional 2022, BRI Bantu Turunkan Angka Stunting

Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

"Pada saat dia menyusui otomatis tidak ada perbaikan sebetulnya dari segi gizi," kata dokter Sandra.

Jumlah susu yang uang dikonsumsi anal juga harus cukup. Tidak boleh kurang agar mencegah risiko stunting, tapi juga jangan berlebihan supaya anak tidak mengalami kelebihan gizi atau obesitas.

Dokter Sandra menyarankan, anak sebaiknya konsumsi susu tiga kali sehari dengan jumlah maksimal 300 mililiter.

"Susu merupakan sumber zat gizi yang lengkap, karena ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak," ujarnya.

Pertumbuhan dan perkembangan anak paling cepat terjadi selama dua tahun pertama kehidupannya sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, dokter Sandra mengingatkan, kalau anak yang stunting mulai bisa terlihat sejak usianya 2 tahun.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Asupan Nutrisi sebelum Hamil, Dapat Mencegah Risiko Bayi Stunting

"Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita. Anak yang stunting akan mulai terlihat pada usia 2 tahun," ucapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar