facebook

Awas! Orangtua dengan Trauma Masa Kecil Potensi Sebabkan Pola Asuh Buruk Pada Anak

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Awas! Orangtua dengan Trauma Masa Kecil Potensi Sebabkan Pola Asuh Buruk Pada Anak
Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]

Pada akhirnya, luka tersebut juga ikut berdampak terhadap pola asuh yang diterapkan kepada anak.

Suara.com - Trauma masa kecil yang pernah dialami seseorang berpotensi mempengaruhi sikapnya ketika telah menjadi orangtua. Psikolog sekaligus konselor pernikahan Dr. Adriana Soekandar Ginanjar, M.Sc., mengatakan, trauma di masa lampau yang tidak teratasi dapat terus menghantui kehidupan sehari-hari sampai saat menjadi orangtua.

Pada akhirnya, luka tersebut juga ikut berdampak terhadap pola asuh yang diterapkan kepada anak.

"Tentu kita sebagai orangtua tidak menginginkan hal yang sama atau hal yang buruk terjadi turun temurun ke anak kita," kata Adriana dalam rilis Tentang Anak, Rabu (26/1/2022).

Dampaknya, anak juga bisa mengalami trauma masa kecil yanh serupa dengan orangtuanya. Adriana menambahkan, ada beberapa faktor yang juga dapat melatarbelakangi anak rentan terkena trauma dalam kehidupan. 

Baca Juga: Bela Pernyataan Edy Mulyadi, Eggi Sudjana: Secara Hukum Sebenarnya Tidak ada Masalah

Ilustrasi orang tua memarahi anak remaja (Shutterstock).
Ilustrasi orang tua memarahi anak remaja (Shutterstock).

Seperti sifat anak yang terlalu tertutup, orangtua yang tidak memahami anak, dan orangtua yang seringkali merasa paling tahu atau paling benar. Ia menyarankan ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah anak tertular mengalami trauma masa kecil. Di antaranya:

1. Mengenal anak lebih baik, terbuka dengan anak agar dapat berkomunikasi dengan orangtua.

2. Hormati anak dari kecil dengan menghargai keputusannya atau tidak menuntut terlalu sering.

3. Ajarkan anak bersuara dan berpendapat dalam setiap kondisi. Dapat dimulai dari hal-hal kecil di dalam rumah.

4. Orang tua bersikap sebagai detektif, dalam artian terus mencari tahu apa yang anak butuhkan.

Baca Juga: Heboh Pernyataan 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak', Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin Bela Edy Mulyadi

Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, menambahkan, orangtua penting untuk dapat mengenali dirinya sendiri juga pasangan terlebih dahulu sebelum membantu kebutuhan anak. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar