Risiko Post-Covid Syndrome Masih Bisa Ancam Penyintas, Kenali Berbagai Gejalanya

Risna Halidi

Rabu, 26 Januari 2022 | 18:13 WIB
Risiko Post-Covid Syndrome Masih Bisa Ancam Penyintas, Kenali Berbagai Gejalanya
Ilustrasi Long Covid-19 (Envato)

Suara.com - Meski telah sembuh dari infeksi, penyintas Covid-19 masih berisiko alami post-Covid syndrome atau long covid. Risiko itu tetap bisa terjadi pada pasien Covid-19 berusia muda dan bergejala ringan.

Post-Covid syndrome menyebabkan sejumlah masalah kesehatan atau membuat gejala yang baru kembali muncul, terus terjadi selama empat minggu atau lebih sejak pertama kali terinfeksi Covid-19. 

"Walaupun mayoritas penderita Covid-19 akan membaik dalam beberapa minggu setelah sakit, sebagian penderita mengalami post-Covid syndrome yang gejalanya menetap selama beberapa waktu setelah sembuh."

"Kondisi ini sangat bervariasi dan memiliki jangka waktu yang berbeda antar penyintas," jelas Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan dr. Desilia Atikawati, Sp.P., dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Desilia, penyintas Covid-19 usia berapa pun dapat mengalami post-Covid syndrome. Tetapi, kondisi itu memang lebih rentan terjadi pada usia dewasa dibandingkan anak atau remaja. 

Ada pun gejala post-Covid syndrome yang sering dilaporkan, seperti sesak napas, rasa lelah, gejala yang dirasa memburuk setelah aktivitas, kesulitan berpikir atau berkonsentrasi, batuk, nyeri dada maupun perut, pusing, dada berdebar.

"Selain itu juga nyeri otot dan sendi, rasa kesemutan, diare, gangguan tidur, demam, pusing ketika berdiri, ruam kulit, perubahan suasana hati, perubahan kemampuan indera penciuman atau perasa, perubahan siklus menstruasi, hingga rambut rontok," imbuh Desilia.

Penelitian Lancet yang dipimpin oleh ilmuwan dari University College London (UCL), sekaligus penelitian peer-reviewed terbesar tentang post-Covid syndrome di dunia, menemukan bahwa lebih dari 91 persen partisipan membutuhkan waktu lebih dari 35 minggu untuk pulih sepenuhnya. 

Selama sakit, partisipan mengalami rata-rata 55,9 gejala yang melibatkan 9,1 sistem organ. Gejala yang paling sering ditemukan setelah bulan keenam berupa kelelahan, post-exertion malaise, dan gangguan kognitif. 

baca juga

Sebanyak 85,9 partisipan juga mengalami kekambuhan gejala, terutama dicetuskan oleh olahraga, aktivitas fisik atau mental, serta stres.

Sedangkan sebanyak 1.700 partisipan membutuhkan pengurangan waktu kerja. Gangguan kognitif atau ingatan terjadi pada seluruh kelompok usia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19 Sebut 96 Persen Pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet Sudah Sembuh

Satgas Covid-19 Sebut 96 Persen Pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet Sudah Sembuh

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 10:45 WIB

Update 26 Januari 2022: RSD Wisma Atlet Hari Ini Rawat 2.946 Pasien Positif Covid-19

Update 26 Januari 2022: RSD Wisma Atlet Hari Ini Rawat 2.946 Pasien Positif Covid-19

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:36 WIB

Tingkatkan Kekebalan Tubuh dan Cegah Long Covid-19, Konsumsi 4 Makanan Ini!

Tingkatkan Kekebalan Tubuh dan Cegah Long Covid-19, Konsumsi 4 Makanan Ini!

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×