Sederet Manfaat Kunyit bagi Kesehatan Tubuh, Bantu Lawan Peradangan hingga Mengurangi Rasa Sakit

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 30 Januari 2022 | 15:56 WIB
Sederet Manfaat Kunyit bagi Kesehatan Tubuh, Bantu Lawan Peradangan hingga Mengurangi Rasa Sakit
Ilustrasi gambar (freepik)

Suara.com - Kunyit lebih dari sekadar bumbu yang sering digunakan dalam kari dan hidangan populer Asia Tenggara lainnya. Kunyit juga telah digunakan untuk tujuan pengobatan selama ribuan tahun. Lantas, apa saja manfaat kunyit bagi kesehatan?

Kunyit adalah akar yang berkerabat dekat dengan jahe, kadang-kadang disebut sebagai kunyit India. Batangnya, bagian yang tumbuh di bawah tanah, diambil dan digunakan untuk membumbui makanan dan mengobati beberapa kondisi secara homeopati.

Pengobatan tradisional Tiongkok dan sistem pengobatan serupa di Asia Tenggara sering menggunakan kunyit. Pada zaman kuno, itu digunakan untuk membantu mereka yang memiliki gangguan kulit, kesulitan bernapas, nyeri sendi, dan sistem pencernaan yang gelisah .

Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini manfaat kunyit yang dilansir dari situs medicinenet, Minggu (30/1/2022).

Berikut Ini Manfaat Kunyit

Curcumin, salah satu kurkuminoid yang ditemukan dalam kunyit. Kandungan ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Salah satunya yaitu membantu tubuh dalam melawan peradangan

Meskipun peradangan adalah respons alami tubuh Anda untuk menyembuhkan, mengurangi iritasi, dan menghentikan infeksi, peradangan kronis lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. 

Ilustrasi kunyit putih. (Pixabay/Joseph Mucira)
Ilustrasi kunyit putih. (Pixabay/Joseph Mucira)

Curcumin juga telah dikenal memiliki efek antiinflamasi pada obesitas, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terkait dengan arthritis. Selain itu, curcumin juga bermanfaat untuk membantu memperbaiki kondisi kesehatan seperti berikut ini: 

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit radang usus
  • Kanker tertentu
  • Gangguan pencernaan
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Alergi
  • Penyakit hati
  • Depresi

Karena sifat antioksidannya, kunyit juga dapat membantu Anda mengelola kondisi seperti sindrom metabolik dan kolesterol tinggi. Kunyit juga bisa dibuat menjadi salep topikal untuk digunakan pada beberapa kondisi kulit.

Cara Mengonsumsi Kunyit

Makan bubuk kunyit yang dicampur dengan makanan atau kunyit dalam keadaan alami adalah cara yang lebih baik untuk mendatangkan lebih banyak manfaat kesehatan. Namun, ketika dimakan dengan makanan padat atau dengan makanan berlemak, butuh waktu lebih lama untuk dicerna.

Saat ini tidak ada jumlah kunyit yang disarankan yang harus Anda konsumsi untuk menuai manfaatnya, Anda dapat menambahkannya ke masakan Anda seperti hidangan ayam, ikan, saus salad, sup, rebusan, dan lain sebagainya.

Demikian informasi mengenai manfaat kunyit untuk kesehatan yang menarik untuk diketahui. Meski memiliki banyak manfaat, namun sebaiknya hindari mengonsumsinya secara berlebihan.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Covid-19 yang Tak Terdeteksi, Remaja Ini Menderita Sindrom Peradangan Multisistem yang Mematikan

Akibat Covid-19 yang Tak Terdeteksi, Remaja Ini Menderita Sindrom Peradangan Multisistem yang Mematikan

Health | Minggu, 23 Januari 2022 | 15:11 WIB

Sperma Masuk ke Mata: Apakah Harus Khawatir?

Sperma Masuk ke Mata: Apakah Harus Khawatir?

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 20:00 WIB

Tak banyak yang Tahu, Ini 5 Manfaat Dari Buah Sirsak Untuk Kesehatan

Tak banyak yang Tahu, Ini 5 Manfaat Dari Buah Sirsak Untuk Kesehatan

Health | Selasa, 18 Januari 2022 | 08:01 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB