Alami Psikosis Setelah Melahirkan Anak Kembar 3, Wanita Ini Mengaku Seperti Menderita Skizofrenia

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 01 Februari 2022 | 20:04 WIB
Alami Psikosis Setelah Melahirkan Anak Kembar 3, Wanita Ini Mengaku Seperti Menderita Skizofrenia
Ilustrasi psikosis pascapersalinan. (freepik)

Suara.com - Seorang ibu bernama Charity Horton (33) menceritakan bagaimana dia merasa seperti mengalami skizofrenia dalam semalam saat ia menderita psikosis setelah melahirkan.

Psikosis merupakan kondisi saat penderita tidak dapat membedakan kenyataan dan imajinasi.

Selama mengalami psikosis, wanita yang baru saja melahirkan kembar tiga ini percaya bahwa pasangannya telah berkomplot dengan ibunya untuk membius Horton.

Tetapi, selama psikosis tersebut, Horton juga mencoba memasukkan kakinya ke dalam air mendidih untuk mengetahui apakah bisa merasakan sakit, serta pergi dari rumah setelah mengatakan kepada keluarga bahwa ia berencana bunuh diri.

"Sepertinya saya menderita skizofrenia dalam semalam. Bahkan, ketika saya mulai tidur, saya terobsesi dengan banyak hal," jelas Horton, dilansir Mirror.

Charity Horton (Facebook)
Charity Horton (Facebook)

Setelah ditemukan dan pulang ke rumah, Horton dibawa ke rumah sakit untuk dirawat selama kurang lebih 13 hari.

Horton mengatakan saat ia mengalami psikosis, ia merasa keluarganya menyembunyikan obat untuk membiusnya agar berhenti bicara.

Sebab, pada saat itu ia tidak dapat berhenti menanyakan kapan waktu memberi makan bayi dan berapa banyak yang dibutuhkan. Ia menjadi obsesif dan cemas akan kondisi anak-anaknya.

Horton juga mengalami halusinasi dan obsesi tentang burung di taman. Merasa jika melihat burung akan ada hal buruk terjadi pada ketiga bayinya.

Dokter awalnya meresepkan obat antidepresan dan pil tidur, tetapi Horton tetap tidak mengalami perkembangan yang baik. Kemudian, ia diberi obat antipsikotik untuk enam bulan.

Ketika dirawat di rumah sakit hampir dua minggu, dokter mendiagnosisnya dengan psikosis pascapersalinan.

"Mereka tidak begitu yakin mengapa psikosis pascapersalinan terjadi, sekitar satu dari seribu wanita mengalaminya dan itu dipicu oleh kelahiran," ujar Horton, yang kini kondisinya telah membaik.

Horton memperingatkan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Meski Jarang Terjadi, Tumbuh Bersama Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Psikosis

Penelitian: Meski Jarang Terjadi, Tumbuh Bersama Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Psikosis

Health | Jum'at, 17 September 2021 | 15:25 WIB

Dokter New York Sebut Virus Corona Tingkatkan Kasus Pasien Alami Psikosis!

Dokter New York Sebut Virus Corona Tingkatkan Kasus Pasien Alami Psikosis!

Health | Rabu, 30 Desember 2020 | 16:44 WIB

Psikosis Postpartum, Depresi Pasca Persalinan yang Paling Gawat!

Psikosis Postpartum, Depresi Pasca Persalinan yang Paling Gawat!

Health | Senin, 30 November 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB