WHO Desak Negara di Dunia Buat Aturan Covid-19 Sesuai dengan Kondisinya

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 02 Februari 2022 | 11:33 WIB
WHO Desak Negara di Dunia Buat Aturan Covid-19 Sesuai dengan Kondisinya
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa masih banyak negara yang belum mencapai puncak gelombang baru Covid-19 akibat varian Omicron. Oleh sebab itu, pimpinan teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengingatkan apabila negara ingin melonggarkan aturan pembatasan Covid-19, maka harus dilakukan secara perlahan.

"Kami mendesak agar berhati-hati karena banyak negara belum melewati puncak Omicron. Banyak negara memiliki tingkat cakupan vaksinasi yang rendah dengan individu yang sangat rentan dalam populasi mereka," kata Maria dalam rapat virtual WHO, dikutip dari Channel News Asia.

Menurut Maria, perlu kehati-hatian dalam menentukan aturan Covid-19, begitu pula saat mencabut aturan tersebut.

"Perlu secara mantap dan perlahan, sedikit demi sedikit. Karena virus ini cukup dinamis," tambahnya.

WHO khawatir dengan narasi publik yang meremehkan infeksi varian Omicron karena merasa tidak menyebabkan keparahan gejala, meski penularannya cepat.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengingatkan bahwa semakin banyak penularan virus corona, berpotensi tingkatkan lebih lebih banyak kematian.

"Kami tidak menyerukan negara manapun untuk kembali lakukan penguncian. Tetapi kami menyerukan semua negara untuk melindungi warganya dengan memakai masker, bukan hanya vaksin saja," kata Tedros.

"Masih terlalu dini bagi negara manapun untuk menyerah atau menyatakan kemenangan," imbuhnya.

Kepala kedaruratan WHO Mike Ryan, dalam pengarahan yang sama, juga mendesak negara-negara untuk membuat aturan Covid-19 sesuai dengan kondisinya sendiri.

baca juga

“Saya pikir ini adalah fase transisi bagi banyak negara, tidak setiap negara dalam situasi yang sama. Negara-negara yang membuat keputusan untuk membuka diri secara lebih luas juga perlu memastikan kapasitas untuk memperkenalkan kembali protokol kesehatan," kata Mike.

Denmark dan Austria menjadi negara terbaru yang melonggarkan pembatasan Covid-19 pada pekan lalu. Sebelumnya, langkah serupa dilakukan oleh Inggris, Irlandia dan Belanda, meskipun negara-negara Eropa lainnya merencanakan pembatasan baru untuk mencegah rekor jumlah infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! WHO Ingatkan Bahaya Limbah Medis Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Ngeri! WHO Ingatkan Bahaya Limbah Medis Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Health | Rabu, 02 Februari 2022 | 06:10 WIB

Limbah Medis Covid-19 Ancam Kesehatan Manusia dan Lingkungan, Ini Peringatan WHO

Limbah Medis Covid-19 Ancam Kesehatan Manusia dan Lingkungan, Ini Peringatan WHO

Sumbar | Rabu, 02 Februari 2022 | 09:15 WIB

Puluhan Ton Limbah Medis Covid-19 Selama Pandemi Bisa Sebabkan Persoalan Baru: Kuman, Hama dan Penyakit

Puluhan Ton Limbah Medis Covid-19 Selama Pandemi Bisa Sebabkan Persoalan Baru: Kuman, Hama dan Penyakit

Malang | Selasa, 01 Februari 2022 | 18:51 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×