Pada tahun 2011, para ahli di Swedia menemukan bahwa wanita yang memiliki penyakit gusi berjuang untuk hamil lebih daripada upaya mereka yang memiliki gusi yang sehat.
Makalah tersebut menemukan bahwa wanita dengan penyakit gusi membutuhkan waktu tujuh bulan untuk hamil, daripada wanita yang tidak memiliki penyakit gusi.
Peneliti utama Profesor Roger Hart, dari University of Western Australia, mengatakan penyakit gusi mungkin menjadi salah satu dari beberapa faktor yang dapat dimodifikasi untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan.
Pada tahun 2019, sebuah penelitian juga diterbitkan dalam Journal of Clinical Periodontology yang menemukan bahwa wanita kesehatan gusi lebih buruk berisiko melahirkan prematur.
Para peneliti menemukan bahwa wanita yang memasuki persalinan lebih awal adalah 45 persen lebih mungkin untuk memiliki penyakit gusi dibandingkan wanita lainnya.