Orangtua Perlu Waspada! Infeksi Covid-19 Varian Omicron Tingkatkan Risiko MIS-C pada Anak-Anak, Apa Itu?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 10 Februari 2022 | 08:16 WIB
Orangtua Perlu Waspada! Infeksi Covid-19 Varian Omicron Tingkatkan Risiko MIS-C pada Anak-Anak, Apa Itu?
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus MIS-C pada anak-anak yang terinfeksi Covid-19 makin meningkat di New York, Amerika Serikat. Rumah sakit anak di Long Island, New York, menyebutkan peningkatan MIS-C terjadi dalam 3 minggu terakhir saat kasus Covid-19 pada anak juga naik.

MIS-C merupakan kondisi peradangan langka yang terjadi pada beberapa anak setelah infeksi virus corona.

"Ini adalah beberapa anak paling sakit yang pernah saya lihat dalam karir saya sebagai dokter darurat pediatrik," kata dokter pengobatan darurat pediatrik di Cohen Children's Medical Center, di Long Island, Dr. Matthew Harris, MD, kepada Fox News, Kamis (10/2/2022).

Harris mengatakan, ada 14 kasus MIS-C di rumah sakitnya. Anak-anak tersebut berada diruangan ICU.

"Sebagian besar tidak divaksinasi," imbuhnya.

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Balita. (Elements Envato)
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Balita. (Elements Envato)

Menurut Harris, kasus-kasus itu kemungkinan disebabkan karena infeksi Omicron. Dominasi varian tersebut di AS mempengaruhi sebagian besar populasi yang tidak divaksinasi atau belum divaksinasi penuh.

Selain lebih cepat menular dibandingkan varian Alfa dan Delta, Harris mengatakan kalau varian Omicron juga lebih banyak menginfeksi anak-anak.

"Saya tidak percaya kita dapat menarik kesimpulan bahwa Omicron lebih mungkin menyebabkan MIS-C itu sendiri. Tetapi mengingat betapa merajalelanya infeksi dengan Omicron, jumlah anak-anak yang positif Covid-19 diiringi dengan peningkatan kasus MIS-C," ucap Harris.

Fenomena itu makin memperjelas bahwa infeksi Covid-19 bukan penyakit jinak pada populasi anak. Dokter di Departemen Darurat mengatakan bahwa di rumah sakit telah melihat 110 kasus MIS-C sejak awal pandemi.

Usia anak-anak berkisar antara 6 bulan hingga 19 tahun, rata-rata berusia 8-9 tahun. Harris mengatakan dari kasus-kasus itu, 50 persen atau 55 pasien harus menjalani unit perawatan intensif dan mayoritas membutuhkan dukungan hemodinamik.

Di sisi lain, Harris mengatakan tidak ada kematian yang dilaporkan dalam kasus MIS-C.

"Secara klinis, anak-anak ini datang dengan demam selama beberapa hari, biasanya akan mengalami ruam, dan seringkali sakit perut yang signifikan," kata Harris.

Ia menambahkan, pemeriksaan darah juga menunjukkan adanya peradangan parah dan anak-anak sering kali mengalami dekompensasi dengan cepat.

Orangtua diingatkan harus memantau anak-anak apabila mengalami demam yang berlangsung lebih dari 3-4 hari, tanpa penyebab lain yang jelas, seperti infeksi radang, infeksi telinga, atau flu. Juga perlu lebih waspada jika dinyatakan positif Covid-19.

Dokter anak menyarankan, jika anak mengalami ruam, demam berkepanjangan, mata merah, atau sakit perut, agar segera dibawa ke dokter atau unit gawat darurat anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi: Angka Kematian Bertambah, Tingkat BOR Capai 55 Persen

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi: Angka Kematian Bertambah, Tingkat BOR Capai 55 Persen

Bekaci | Kamis, 10 Februari 2022 | 06:17 WIB

Puan Maharani Terima Laporan Omicron Akan Meningkat Pekan Kedua dan Ketiga Februari 2022

Puan Maharani Terima Laporan Omicron Akan Meningkat Pekan Kedua dan Ketiga Februari 2022

Sulsel | Kamis, 10 Februari 2022 | 05:28 WIB

Pandemi Belum Berakhir! Menkes Budi Gunadi Ingatkan Indonesia Masih Perang Lawan COVID-19

Pandemi Belum Berakhir! Menkes Budi Gunadi Ingatkan Indonesia Masih Perang Lawan COVID-19

Health | Kamis, 10 Februari 2022 | 05:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB