Baru Pertama Kali Minum Antibiotik, Pria Ini Malah Halusinasi dan Mengaku Mendengar Suara Tuhan

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 10 Februari 2022 | 11:25 WIB
Baru Pertama Kali Minum Antibiotik, Pria Ini Malah Halusinasi dan Mengaku Mendengar Suara Tuhan
Ilustrasi halusinasi. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria berusia 50 tahun mengalami halusinasi selama dua hari setelah mengonsumsi antibiotik untuk mengobati pneumonia bakteri.

Selama dua hari tersebut, pria yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit mental dan baru pertama meminum antibiotik, mengalami perubahan suasana hati, membuatnya mudah tersinggung dan mulai berbicara tidak jelas.

Berdasarkan Live Science, perilaku tersebut merupakan gejala mania, suatu kondisi yang ditandai dengan tingginya tingkat energi secara tidak normal dibarengi dengan pikiran dan perilaku yang tidak menentu.

Ketika memeriksakan diri ke unit psikiatri di Jenewa, pria tersebut mengaku malam sebelumnya baru saja meminum antibiotik pertamanya. Lalu, ia merasa sekarat dan mengalami halusinasi, seolah-olah mendengar Tuhan berbicara kepadanya.

Dokter mendiagnosisnya dengan antibiomania, efek samping langka dari pengobatan antibiotik.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Dalam laman BMC Psychiatry, istilah antibiomania pertama kali muncul pada 2002, mengacu pada gejala manik yang disebabkan oleh antibiotik.

Meski banyak laporan khusus, pengetahuan tentang fenomena ini masih kurang.

Psikolog dan psikiater di Catholic University of Leuven (KU Leuven), Belgia, Pascal Sienaert, mengaku telah melihat beberapa kasus lain.

"Saya telah melihatnya, dalam pengalaman saya sendiri, setidaknya tiga kasus, satu dengan episode berulang," jelas Sienaert.

baca juga

Ia dan rekan-rekannya menemukan bahwa salah satu antibiotik yang dikonsumsi pria tersebut, Clarithromycin, merupakan obat yang paling sering terlibat dalam kasus antibiomania. Antibiotik lannya adalah quinolone ciprofloxacin dan ofloxacin.

Pria dari Jenewa ini akhirnya tidak membutuhkan antipsikotik, dan dokter meresepkannya dengan lorazepam, obat untuk mengobati kecemasan dan kejang. Seminggu setelah berhenti mengonsumsi antibiotik, pria itu tidak lagi mengalami gejala manik.

Mekanisme interaksi antara antibiotik dan sistem saraf pusat (termasuk otak) masih belum diketahui. Namun, Sienaert memiliki beberapa hipotesis, salah satu beberapa kelas antibiotik dapat memengaruhi sistem GABAergik otak.

Antibiotik bertindak sebagai penghambat asam gamma-aminobutirat (GABA), neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk meredam neuron yang tereksitasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buah Kecubung Menyebabkan Efek Halusinasi? Begini Penjelasannya

Buah Kecubung Menyebabkan Efek Halusinasi? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 14:22 WIB

Mahasiswa Pelaku Teror Sperma Hobi Nonton Film Porno, Korban Dijadikan Pacar Halusinasi

Mahasiswa Pelaku Teror Sperma Hobi Nonton Film Porno, Korban Dijadikan Pacar Halusinasi

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:54 WIB

Heboh! Dikira ODGJ, Tukang Parkir yang Alami Halusinasi Ternyata Gara-gara Ini

Heboh! Dikira ODGJ, Tukang Parkir yang Alami Halusinasi Ternyata Gara-gara Ini

Jawa Tengah | Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:15 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×