Suara.com - Selain tekanan darah tinggi, ternyata tekanan darah rendah juga memiliki resiko kesehatan yang tak kalah menakutkan. Bahaya tekanan darah rendah justru berpengaruh langsung pada aktivitas sehari-hari ketika Anda tidak melakukan maintenance yang benar agar tubuh bisa beraktivitas normal.
Selain karena faktor keturunan, tekanan darah rendah atau hipotensi bisa menjadi indikator banyak masalah kesehatan. Misalnya, ketidakseimbangan hormon atau bahkan anafilaksis yang wajib mendapatkan perawatan dokter lebih serius.
Nah, untuk mengetahui beberapa bahaya darah rendah, Anda bisa menyimaknya di kelanjutan dari artikel ini. Secara umum, yang berbahaya adalah komplikasi dari tekanan darah rendah.
1. Syok yang Terjadi Di Dalam Tubuh
Tekanan darah rendah bisa memicu terjadinya syok. Syok di sini diartikan sebagai organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik, karena suplai darah yang diperlukan tidak didapatkan. Tekanan darah yang menurun drastis jadi penyebab utamanya.
Gejala utamanya seperti sesak napas, denyut jantung cepat namun lemah, keringat dingin, hingga pingsan.

2. Terjadinya Gagal Ginjal
Tekanan darah rendah bisa membuat penurunan aliran darah yang disaring oleh organ ginjal. Ketika ini terjadi, resiko kerusakan ginjal naik secara drastis dan ginjal bisa saja tidak berfungsi secara optimal. Kondisi ini termasuk serius, dan wajib mendapatkan penanganan cepat.
Gejalanya sulit dideteksi, namun adanya bengkak, jarang buang air kecil, sesak napas, dan mudah mengantuk bisa jadi indikasi awal.
3. Stroke
Tidak dapat dipungkiri komplikasi jadi bahaya darah rendah paling besar. Resiko mengalami stroke bisa meningkat ketika Anda mengalami darah rendah berkepanjangan. Suplai darah ke otak menurun, dan mengakibatkan kerusakan dan terganggunya fungsi otak.
Gejala paling umum yang muncul ketika Anda mengalami stroke adalah anggota tubuh yang melemah, ucapan mulai tak jelas, hilangnya penglihatan secara mendadak, dan sakit kepala hebat.
4. Penyakit Jantung
Kondisi hipotensi ortostatik yang dibiarkan terlalu lama bisa memicu masalah jantung serius. Bahkan resiko gagal jantung, gangguan irama jantung, dan serangan jantung bisa meningkat ketika keluhan pertama tidak segera ditangani.
Secara otomatis kekuatan jantung dalam memompa darah akan menurun, dan ini bisa berakibat fatal jika dibiarkan terlalu lama.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Berawal dari Sakit Kepala Mendadak hingga Merasa Mencium Bau Gas, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Otak
Health | Jum'at, 11 Februari 2022 | 11:42 WIB
Seorang Pedagang Pisang di Batam Tewas di Kamar Kos, Wajah Membiru dan Hidung Berdarah
Batam | Kamis, 10 Februari 2022 | 13:07 WIB
4 Tips Mengurangi Tekanan Darah Tinggi, Kurangi Berat Badan hingga Meditasi
Your Say | Kamis, 10 Februari 2022 | 09:40 WIB
Terkini
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB