Hasil Studi: Membatasi Asupan Kalori Dapat Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Bikin Lebih Panjang Umur

Selasa, 15 Februari 2022 | 08:56 WIB
Hasil Studi: Membatasi Asupan Kalori Dapat Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Bikin Lebih Panjang Umur
Ilustrasi menghitung kalori makanan (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa membatasi asupan kalori dapat meningkatkan respons metabolisme dan sistem kekebalan.

Hal itu dapat membantu menentukan berapa lama perkiraan seseorang akan hidup dan berapa tahun kesehatan yang dapat mereka nikmati, lapor Sci Tech Daily.

Orang yang mengurangi asupan kalori sekitar 14 persen selama dua tahun ternyata menghasilkan lebih banyak sel T, yang memainkan peran kunci dalam fungsi sistem kekebalan dan memperlambat proses penuaan.

"Seiring bertambahnya usia, timus mereka mengecil dan menghasilkan lebih sedikit sel T. Akibatnya, orang tua lebih sulit melawan infeksi dan kanker tertentu," jelas peneliti, Eric Ravussin.

Jadi, membatasi kalori dapat mencegah timus mengecil sehingga seseorang dapat menghasilkan lebih bayak sel T.

Ilustrasi kalori [shutterstock]
Ilustrasi kalori [shutterstock]

Manfaat lain dari banyaknya sel T di dalam tubuh adalah adanya peningkatan kemampuan dalam membakar simpanan asam lemak untuk energi.

"Itu penting. Sebab, jika seseorang tidak membakar bahan bakar itu, lemak dapat menumpuk di organ seperti otot dan hati, yang menyebabkan resistensi insulin, obesitas, dan diabetes," sambung Ravussin.

Selain itu, temuan penting lain dari studi ini adalah pengobatan potensial untuk mengurangi peradangan terkait usia dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

Pembatasan kalori juga mengurangi tingkat gen yang mengode platelet activating factor acetyl hydrolase (PLA2G7).

Baca Juga: 5 Cara Menyenangkan untuk Menambah Peluang Umur Panjang, Salah Satunya Berhubungan Seks

Mengurangi PLA2G7 dapat menghasilkan sejumlah manfaat, salah satunya menurunkan peradangan dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

"Jika peneliti dapat menemukan cara untuk memanfaatkan PLA2G7, mereka dapat menciptakan pengobatan untuk memperpanjang rentang kesehatan seseorang," ujar Direktur Eksekutif Biomedis Pennington, John Kirwan, menanggapi penelitian yang terbit di jurnal Science ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI