Hidup Dengan Covid-19: Mulai Minggu Depan Orang yang Positif Corona Tak Perlu Lagi Isolasi Diri di Inggris

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 21 Februari 2022 | 17:07 WIB
Hidup Dengan Covid-19: Mulai Minggu Depan Orang yang Positif Corona Tak Perlu Lagi Isolasi Diri di Inggris
ilustrasi positif Covid-19. (stocksnap.io)

Suara.com - Orang dengan hasil tes Positif Covid-19 tidak perlu lagi untuk isolasi diri mulai minggu depan di Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bermaksud untuk menghapus persyaratan isolasi diri untuk orang yang terinfeksi Covid-19 di Inggris.

Inggris akan menjadi negara besar Eropa pertama yang mengizinkan orang yang mengetahui bahwa mereka terinfeksi Covid 19 untuk bebas pergi ke toko, transportasi umum, dan pergi bekerja. Semua itu dilakukan dalam rangka hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Covid-19 tidak akan tiba-tiba hilang, dan kita perlu belajar untuk hidup dengan virus ini dan terus melindungi diri kita sendiri tanpa membatasi kebebasan kita,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

“Kami telah membangun perlindungan yang kuat terhadap virus ini selama dua tahun terakhir melalui peluncuran vaksin, tes, perawatan baru, dan pemahaman ilmiah terbaik tentang apa yang dapat dilakukan virus ini,” katanya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Johnson juga akan memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana orang akan menjaga diri dari varian virus corona di masa depan melalui pengawasan berkelanjutan, di tengah laporan bahwa pemerintah ingin mengakhiri pengujian gratis dan mengurangi studi kesehatan masyarakat.

Saat ini orang-orang di Inggris secara hukum diharuskan untuk isolasi diri setidaknya selama lima hari jika diperintahkan oleh pejabat kesehatan masyarakat, dan disarankan untuk mengisolasi bahkan tanpa perintah khusus jika mereka memiliki gejala Covid-19 19 atau dinyatakan positif.

Dengan menghapus persyaratan hukum isolasi diri Covid-19 dan menggantinya dengan panduan sukarela akan membuat penyakit ini sejalan dengan cara Inggris menangani sebagian besar infeksi lainnya.

Sekitar 85 persen populasi Inggris berusia 12 tahun atau lebih telah memiliki setidaknya dua dosis vaksin Covid-19, dan dua pertiga populasi – termasuk sebagian besar dari mereka yang paling berisiko – memiliki tiga dosis.

Korban meninggal di Inggris lebih dari 160.000 kematian dalam 28 hari infeksi adalah yang tertinggi kedua di Eropa setelah Rusia. Dibandingkan dengan ukuran populasi Inggris, itu adalah 6 persen lebih tinggi dari rata-rata untuk Uni Eropa.

“Intervensi farmasi, yang dipimpin oleh program vaksinasi, akan terus menjadi garis pertahanan pertama kami,” kata pemerintah. “Kesadaran akan pedoman kesehatan masyarakat harus tetap ada, seperti halnya semua penyakit menular seperti flu.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Kantor Kelurahan Gedongkiwo, Kantor Kemantren Mantrijeron juga Ditutup Setelah 1 Pegawai Positif Covid-19

Usai Kantor Kelurahan Gedongkiwo, Kantor Kemantren Mantrijeron juga Ditutup Setelah 1 Pegawai Positif Covid-19

Jogja | Senin, 21 Februari 2022 | 16:46 WIB

Kasus Covid-19 Luar Jawa-Bali Meningkat, Pemerintah Antisipasi Pergerakan Dua Hingga Tiga Pekan Mendatang

Kasus Covid-19 Luar Jawa-Bali Meningkat, Pemerintah Antisipasi Pergerakan Dua Hingga Tiga Pekan Mendatang

News | Senin, 21 Februari 2022 | 16:38 WIB

Sejumlah Negara di Eropa Tak Lagi Anggap COVID-19 sebagai Ancaman Serius, Indonesia?

Sejumlah Negara di Eropa Tak Lagi Anggap COVID-19 sebagai Ancaman Serius, Indonesia?

Jabar | Senin, 21 Februari 2022 | 16:17 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB