WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 21 Februari 2022 | 17:50 WIB
WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Gejala varian Omicron memang lebih ringan dari varian virus corona Covid-19 lainnya. Tapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa varian virus corona lain yang lebih berbahaya berisiko muncul.

Apalagi negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah. Munculnya varian virus corona Covid-19 yang lebih berbahaya lebih besar peluangnya.

Karena, virus corona Covid-19 mulai menyebar lebih cepat sehingga varian virus corona yang lebih mematikan berisiko muncul.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan cakupan vaksin Covid-19 yang tinggi di beberapa negara dan tingkat infeksi varian Omicron yang lebih rendah bisa membuat pandemi virus corona berakhir.

Saat ini, pandemi virus corona Covid-19 belum berakhir. Terlebih, 83 persen dari populasi di Afrika belum vaksinasi dan sistem kesehatan Covid-19 hampir tak terkendali.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

"Faktanya, kondisi sekarang ini sangat ideal untuk munculnya varian virus corona yang lebih menular dan lebih berbahaya," kata Tedros dikutip dari News Week.

Terlepas dari varian Omicron yang lebih menular, banyak negara bagian Amerika Serikat yang sudah mencabut aturan pemakaian masker dan California menilai pandemi virus corona ini menjadi endemik.

Setelah hampir 2 tahun pandemi, banyak pejabat kesehatan mendorong warganya untuk kembali hidup normal berdampingan dengan virus corona karena vaksin Covid-19 sudah tersedia banyak.

Namun, pejabat WHO telah mengatakan bahwa aturan itu tidak bisa berlaku untuk setiap negara.

baca juga

Apalagi, mayoritas orang di Afrika belum vaksinadi. Selain itu, beberapa negara di Eropa Timur juga memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

Bila tingkat vaksinasi ini tidak meningkat, WHO yakin bahwa virus corona Covid-19 akan terus berkembang dengan kecepatan tinggi.

Mereka juga memperingatkan bahwa dunia tidak akan benar-benar mengetahui sejauh mana sirkulasi virus atau varian virus corona lain yang menjadi ancaman akan timbul.

Menurut WHO, sekarang ini tujuan untuk mengakhiri pandemi virus corona Covid-19 dilakukan dengan cara meningkatkan vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Belum Berakhir, Inggris Akan Hidup Berdampingan dengan Virus Corona Covid-19

Pandemi Belum Berakhir, Inggris Akan Hidup Berdampingan dengan Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 15:49 WIB

Ratu Elizabeth Positif Virus Corona Covid-19, Ini Efeknya pada Lansia

Ratu Elizabeth Positif Virus Corona Covid-19, Ini Efeknya pada Lansia

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 15:15 WIB

Bisakah Orang Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Dua Kali Dalam Kurun Waktu Sebulan?

Bisakah Orang Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Dua Kali Dalam Kurun Waktu Sebulan?

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 14:45 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×