facebook

WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

WHO sebut varian virus corona Covid-19 yang lebih menular dan berbahaya masih berisiko muncul pada situasi sekarang.

Suara.com - Gejala varian Omicron memang lebih ringan dari varian virus corona Covid-19 lainnya. Tapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa varian virus corona lain yang lebih berbahaya berisiko muncul.

Apalagi negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah. Munculnya varian virus corona Covid-19 yang lebih berbahaya lebih besar peluangnya.

Karena, virus corona Covid-19 mulai menyebar lebih cepat sehingga varian virus corona yang lebih mematikan berisiko muncul.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan cakupan vaksin Covid-19 yang tinggi di beberapa negara dan tingkat infeksi varian Omicron yang lebih rendah bisa membuat pandemi virus corona berakhir.

Baca Juga: Ilmuwan Menduga Pandemi Flu Rusia pada 133 Tahun Silam juga Disebabkan oleh Virus Corona

Saat ini, pandemi virus corona Covid-19 belum berakhir. Terlebih, 83 persen dari populasi di Afrika belum vaksinasi dan sistem kesehatan Covid-19 hampir tak terkendali.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

"Faktanya, kondisi sekarang ini sangat ideal untuk munculnya varian virus corona yang lebih menular dan lebih berbahaya," kata Tedros dikutip dari News Week.

Terlepas dari varian Omicron yang lebih menular, banyak negara bagian Amerika Serikat yang sudah mencabut aturan pemakaian masker dan California menilai pandemi virus corona ini menjadi endemik.

Setelah hampir 2 tahun pandemi, banyak pejabat kesehatan mendorong warganya untuk kembali hidup normal berdampingan dengan virus corona karena vaksin Covid-19 sudah tersedia banyak.

Namun, pejabat WHO telah mengatakan bahwa aturan itu tidak bisa berlaku untuk setiap negara.

Baca Juga: Gejala Virus Corona Covid-19 Makin Ringan, Ahli Prediksi Pandemi Segera Berakhir!

Apalagi, mayoritas orang di Afrika belum vaksinadi. Selain itu, beberapa negara di Eropa Timur juga memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

Bila tingkat vaksinasi ini tidak meningkat, WHO yakin bahwa virus corona Covid-19 akan terus berkembang dengan kecepatan tinggi.

Mereka juga memperingatkan bahwa dunia tidak akan benar-benar mengetahui sejauh mana sirkulasi virus atau varian virus corona lain yang menjadi ancaman akan timbul.

Menurut WHO, sekarang ini tujuan untuk mengakhiri pandemi virus corona Covid-19 dilakukan dengan cara meningkatkan vaksinasi.

Komentar