Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi

Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 25 Februari 2022 | 12:37 WIB
Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi
Ilustrasi: Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Sebuh studi menemukan anak yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi seperti PM 2.5 dan memiliki sedikit ruang terbuka hijau, berisiko mengembangkan penyakit ADHD. ADHD adalah salah satu gangguan perkembangan saraf yang paling umum terjadi pada anak-anak.

Dikutip dari Alo Dokter, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, dan dapat berdampak pada prestasi di sekolah.

Hingga saat ini, penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Kekinian, studi terbaru dari peneliti Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) menyebut anak-anak yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi dan tingkat ruang terbuka hijau yang rendah memiliki 62 persen peningkatan risiko mengembangkan ADHD.

Di sisi lain, anak-anak yang tinggal di daerah yang lebih hijau dan kurang tercemar memiliki risiko 50 persen lebih rendah terkena gangguan tersebut. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Environment International.

Tujuan dari studi ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara paparan ruang terbuka hijau, polusi udara dan kebisingan, saat awal kehidupan, dengan risiko ADHD di kemudian hari.

ADHD sendiri menjadi salah satu gangguan perkembangan saraf paling umum yang memengaruhi sekitar 5 sampai 10 persen anak-anak dan remaja.

Penelitian ini menggunakan data administrasi Metro Vancouver 2000 dan 2001 serta mengambil data kasus ADHD dari catatan rumah sakit, kunjungan dokter dan resep.

Persentase ruang hijau di lingkungan peserta diukur dengan metrik satelit, sementara tingkat dua jenis polutan udara seperti NO2 dan PM 2.5, serta tingkat kebisingan, diukur menggunakan model paparan yang tersedia.

Setelah itu, menghubungkan tiga paparan lingkungan tersebut dengan ADHD menggunakan model statistik yang memungkinkan mereka untuk menentukan rasio bahaya.

Para peneliti mengidentifikasi ada 1.217 kasus ADHD, setara dengan 4,2 persen dari total populasi penelitian.

Hasil analisis ruang hijau juga mengungkap bahwa peserta yang tinggal di daerah dengan persentase vegetasi yang lebih besar memiliki risiko ADHD yang lebih rendah pula.

Lebih khusus lagi, hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan 12 persen dalam persentase vegetasi dikaitkan dengan 10 persen pengurangan risiko ADHD.

Meski menemukan ada kaitan antara polusi dengan pengembangan ADHD, namun sebagian besar penelitian yang dilakukan baru berfokus pada evaluasi paparan tunggal dan jarang mengevaluasi efek gabungan dari paparan lingkungan ganda.

"Kami mengamati bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan yang lebih hijau dengan polusi udara rendah memiliki risiko ADHD yang jauh lebih rendah. Ini adalah ketidaksetaraan lingkungan di mana, pada gilirannya, anak-anak yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi dan kurang hijau menghadapi risiko lebih besar secara tidak proporsional," jelas penulis utama penelitian, Matilda van den Bosch.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Baru: Perubahan Iklim Meningkatkan Jumlah Penderita Gangguan Mental

Studi Baru: Perubahan Iklim Meningkatkan Jumlah Penderita Gangguan Mental

Health | Kamis, 24 Februari 2022 | 15:04 WIB

Apa Itu Gaslighting? Kenali Cara Licik Seseorang Melakukan Gaslighting dalam Hubungan

Apa Itu Gaslighting? Kenali Cara Licik Seseorang Melakukan Gaslighting dalam Hubungan

Lifestyle | Kamis, 24 Februari 2022 | 08:20 WIB

Ade Yasin Minta Anies Baswedan Bantu Bogor Untuk Penuhi Kebutuhan RTH di Kawasan Puncak

Ade Yasin Minta Anies Baswedan Bantu Bogor Untuk Penuhi Kebutuhan RTH di Kawasan Puncak

Bogor | Rabu, 23 Februari 2022 | 19:58 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB