Array

Begini Cara Covid-19 Sebabkan Kehilangan Indera Penciuman

Senin, 07 Maret 2022 | 08:47 WIB
Begini Cara Covid-19 Sebabkan Kehilangan Indera Penciuman
Ilustrasi kehilangan penciuman akibat Covid-19. [Engin Akyurt/Pixabay]

Suara.com - Infeksi Covid-19 menyebabkan sejumlah gejalanya. Beberapa di antaranya adalah demam, batuk, dan gejala umum seperti hilang penciuman.

Dalam banyak kasus, kehilangan penciuman hanya bersifat sementara. Pasien yang mengalami gejala tersebut akan pulih dalam beberapa minggu atau bulan setelah terinfeksi Covid-19. Pada kasus ini, kehilangan penciuman sementara disebut hiposmia.

Bagaimana kehilangan penciuman terdeteksi?
Melansir dari Times of India, dalam banyak kasus, gejala ini datang secara tiba-tiba. Karena penciuman menjadi salah satu indera penting manusia, maka kondisi ini akan sangat mengganggu.

Kehilangan penciuman telah diteliti oleh tim peneliti dari Italia. Mereka menemukan, bahwa hilangnya rasa bau atau penciuman terjadi ketika ada lonjakan interleukin 6 dalam darah.

Interleukin 6 adalah molekul sinyal peradangan, yang mencakup pengukuran kadar yang bersirkulasi untuk mengidentifikasi perkembangan penyakit seperti Covid-19.

Studi mengatakan, Covid-19 yang memasuki gen ACE2 dan TMPRSS2 diekspresikan oleh sel-sel epitel penciuman. Epitel penciuman ini bertanggung jawab untuk mendeteksi bau pada manusia. Kehadiran gen inilah yang membuat epitel penciuman rentan terinfeksi.

Para ahli mengatakan, hilangnya penciuman sementara dikarenakan hilangnya fungsi-fungsi sel pendukung di epitel penciuman, pada saat setelah tertular Covid-19.

Pada akhirnya, kehilangan penciuman ini dapat memengaruhi pola makan. Seiring dengan hilangnya penciuman, seorang juga kehilangan indera perasa ketika dua kondisi ini digabungkan.

Tidak hanya pola makan, kehilangan penciuman bisa membuat seseorang rentan terhadap kecelakaan. Bahkan sulit mendeteksi bau seperti bau api, gas, asap, dan gas beracun.

Baca Juga: Dokter: Gejala Ringan dan Tak Punya Komorbid, Infeksi Covid-19 Tetap Berbahaya

Selain itu, gejala ini bervariasi dari individu ke individu. Sementara beberapa orang yang pulih dari kehilangan penciuman melalui proses yang cukup lambat.

Sebuah studi tahun 2020 menemukan, lebih dari 70 persen orang yang kehilangan penciuman pulih setelah sebulan.

"Menurut beberapa ahli, pasien dengan kehilangan indera penciuman pasca-virus memiliki kemungkinan 60-80 persen untuk mendapatkan kembali penciumannya dalam setahun," ungkap laporan dari Harvard.

"Karena indera penciuman biasanya berkurang karena usia, pemulihannya bisa memakan waktu yang lama, dan kurang lengkap untuk orang dewasa yang lebih tua," pungkas Harvard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI