Update Covid-19 Global: Angka Kematian di Dunia Turun Pesat Dalam Sebulan Terakhir, Tanda Pandemi Usai?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 08 Maret 2022 | 10:05 WIB
Update Covid-19 Global: Angka Kematian di Dunia Turun Pesat Dalam Sebulan Terakhir, Tanda Pandemi Usai?
Ilustrasi perawatan insentif pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Update Covid-19 Global hari ini telah mencapai 447,68 juta dan menewaskan lebih dari 6,02 juta jiwa hingga Selasa (8/3/2022) pukul 08.30 WIB, data pada situs worldometers.

Jumlah tersebut setelah adanya penambahan kasus positif sebanyak 1,15 juta dan kematian 4.592 jiwa dalam 24 jam terakhir. 

Berdasarkan perhitungan Universitas Johns Hopkins, kematian pada pasien Covid-19 telah menurun dengan cepat selama sebulan terakhir. Dari sebelumnya  sekitar 11.000 per hari pada minggu kedua Februari, menjadi sekitar 7.000 per hari hingga pekan pertama Maret.

Meski begitu, angka kematian kumulatif masih dinilai tinggi dengan sekitar 1 juta jiwa hanya dalam empat bulan terakhir.

Ilustrasi pasien Covid-19 ditangani tenaga kesehatan (Nakes). [Istimewa]
Ilustrasi pasien Covid-19 ditangani tenaga kesehatan (Nakes). [Istimewa]

Sekitar 1 dari setiap 1.300 orang secara global meninggal karena Covid-19 sejak awal pandemi, para ahli mengatakan jumlah kematian yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menulis pada akun Twitter pribadinya bahwa terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas Covid-19.

"Banyak negara menghadapi tingkat rawat inap dan kematian yang tinggi. Dengan penularan yang tinggi, ancaman varian baru yang lebih berbahaya tetap nyata. Kami mendesak semua orang untuk berhati-hati dan semua pemerintah untuk tetap berada di jalur," tulis Tedros.

Kematian akibat Covid-19 paling banyak terjadi di Amerika Serikat yang telah melaporkan 985.515 jiwa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa jumlah kematian sebenarnya sekitar 32 persen lebih tinggi.

Brasil dan India juga melaporkan kematian Covid-19 terbanyak sejak awal pandemi dengan di atas 500 ribu jiwa.

WHO dalam pembaruan epidemiologi mingguan beberapa hari lalu mencatat bahwa kematian secara global telah turun di sebagian besar wilayah di dunia. Tetapi masih terlihat ada peningkatan di Pasifik Barat dan Mediterania Timur dibandingkan dengan seminggu sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Terus Bertambah, RSDC Wisma Atlet Kini Rawat 2.615 Pasien COVID-19

Masih Terus Bertambah, RSDC Wisma Atlet Kini Rawat 2.615 Pasien COVID-19

News | Selasa, 08 Maret 2022 | 09:42 WIB

Percepatan Vaksinasi Lansia, Gugus Tugas Kulon Progo Kembali Gencarkan Skema Door to Door

Percepatan Vaksinasi Lansia, Gugus Tugas Kulon Progo Kembali Gencarkan Skema Door to Door

Jogja | Selasa, 08 Maret 2022 | 08:55 WIB

WNI di Ukraina yang Pulang ke Bali Mengaku Masih Trauma

WNI di Ukraina yang Pulang ke Bali Mengaku Masih Trauma

Bali | Selasa, 08 Maret 2022 | 08:38 WIB

Terkini

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB