Mitos atau Fakta: Menggoreng Dengan Air Fryer Bahaya untuk Kesehatan?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 16 Maret 2022 | 09:33 WIB
Mitos atau Fakta: Menggoreng Dengan Air Fryer Bahaya untuk Kesehatan?
Ilustrasi gambar (instagram/@philips.meison)

Suara.com - Air fryer beberapa tahun belakangan ini telah menarik perhatian, terutama bagi yang ingin memasak secara praktis. Air fryer adalah media penggorengan yang mana cara memasaknya memanfaatkan sirkulasi udara panas. Namun, ada mitos beredar bahwa menggoreng dengan air fryer berbahaya.

Air fryer bukan hanya menyajikan hidangan yang lebih renyah, tapi juga diklaim dapat menghasilkan makanan yang lebih sehat. Pasalnya, menggoreng dengan alat ini tidak perlu banyak minyak. Akan tetapi, ada yang mengatakan bahwa alat ini bisa memicu suatu penyakit tertentu. 

Untuk selengkapnya, berikut ini mitos bahaya menggoreng dengan air fryer yang dilansir dari sejumlah sumber.

Berikut Mitos Menggoreng Dengan Air Fryer

Air fryer diklaim mampu menghasilkan makanan sehat karena minim penggunaan minyak goreng. Cara karja alat ini juga diklaim mampu goreng makanan mencapai suhu 200 derajat celcius.

Meskipun demikian, air fryer ini memerlukan waktu yang lebih lama saat menggoreng dibandingkan menggunakan cara manual. Namun menariknya, untuk menggoreng, alat ini hanya memerlukan sedikit minyak atau bahkan tanpa menggunakan minyak. Jika menggoreng dengan minyak, sisa minyak nantinya tersaring ke dasar wadah saat proses memasak selesai. Umumnya, air fryer ini digunakan untuk goreng sayuran, panggang kue hingga daging.

Cara kerja Air fryer ini mengedarkan suhu panas pada makanan atau dikenal juga dengan efek Maillard. Dengan demikian, tekstur makanan pun akan lebih renyah sama halnya seperti saat digoreng menggunakan minyak.

Ilustasi Air Fryer (Elements Envato)
Ilustasi Air Fryer (Elements Envato)

Namun, ada mitos beradar bahwa menggoreng dengan air fryer itu berbahaya. Ada yang mengatakan bahwa air fryer memicu kanker. Sampai saat ini, masih belum ditemukan penelitian mendalam mengenai mitos tersebut. Kabar ini beredar berawal dari dugaan sejumlah institusi kesehatan.

Adapun salah satunya Institusi kesehatan yang mengeluarkan dugaan tersebut yaitu National Cancer Institute. Institusi tersebut menyatakan,  menggoreng menggunakan air fryer dapat menghasilkan sejumlah senyawa pemicu kanker sepertj hidrokarbon polisiklik aromatik, heterosiklik amina, dan senyawa akrilamida. Selain itu, air fryer juga memiliki efek samping berupa pembentukan karsinogen karena proses memasaknya lama. Ini juga zat yang memicu sel kanker.

Meskipun terdapat alasan ilmiah yang mengatakan bahwa air fryer berbahaya, namun belum ada jawaban jelas mengenai berapa lama paparannya akan terjadi dan kausalitasnya. Demikian informasi tentang mitos bahaya menggoreng dengan air fryer. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buat Para Ortu, Ini 4 Cara Atasi Masalah Obesitas Pada Anak, Nomor Dua Penting Banget

Buat Para Ortu, Ini 4 Cara Atasi Masalah Obesitas Pada Anak, Nomor Dua Penting Banget

Malang | Rabu, 16 Maret 2022 | 09:30 WIB

Kamu Wajib Tahu, 3 Mitos Kafein yang Sering Beredar di Masyarakat

Kamu Wajib Tahu, 3 Mitos Kafein yang Sering Beredar di Masyarakat

Your Say | Rabu, 16 Maret 2022 | 08:30 WIB

Banyak Dikonsumsi, Jangan Mudah Percaya Tentang 4 Mitos Vitamin C Ini!

Banyak Dikonsumsi, Jangan Mudah Percaya Tentang 4 Mitos Vitamin C Ini!

Health | Minggu, 13 Maret 2022 | 17:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB