Awalnya Alami Gejala Sakit Perut, Bocah 3 Tahun Ini Mendadak Meninggal Dunia!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 24 Maret 2022 | 18:35 WIB
Awalnya Alami Gejala Sakit Perut, Bocah 3 Tahun Ini Mendadak Meninggal Dunia!
Ilustrasi balita (shutterstock)

Suara.com - Seorang anak laki-laki usia 3 tahun meninggal dunia secara tak terduga setelah kelelahan dan mengalami gejala berupa sakit perut.

Putra Emily Cooper, Alexander Bowes, tiba-tiba meninggal karena penyebab yang tidak jelas. Cooper, dari Lancaster di Inggris, mengatakan Alexander sempat menari menikmati musik bersama saudar laki-lakinya di Hari Natal sebelum meninggal dunia.

Kemudian dilansir dari NewsWeek, anaknya mulai terlihat lelah dan kurang sehat dengan mengeluhkan gejala sakit perut setelah diajak jalan-jalan.

Cooper pun segera membawanya ke unit layanan darurat. Tetapi, Cooper terkejut ketika tim medis memberinya kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia.

Cooper jelas terkejut, karena ia merasa anaknya baik-baik saja dan tidak memiliki penyakit serius, tetapi memang terlihat kurang sehat sebelum meninggal dunia.

Ilustrasi balita (pixabay.com)
Ilustrasi balita (pixabay.com)

Beberapa bulan setelah kematian anak mereka, suami Cooper, Darren Bowes bekerja sama dengan SUDC UK menceritakan kehilangannya dan mengajak semua orang untuk lebih waspadai serta melakukan penelitian mengenai hal tersebut agar mendapat jawaban.

SUDCK UK mengatakan kematian mendadak pada anak salah satu kasus yang memang sulit dijelaskan. Hal ini bisa mempengaruhi anak-anak dari segala usia mulai dari 1 hingga 18 tahun, tapi lebih umum terjadi antara balita dan anak-anak di akhir usia belasan tahun.

Bahkan, kematian mendadak ini termasuk penyebab kematian kelima pada anak-anak antara usia 1 dan 4 tahun di iNGGRIS.

Di Amerika Serikat, SUDC Foundation mengatakan bahwa 390 anak meninggal akibat SUDC pada tahun 2020, yang mana 204 di antaranya berusia antara satu dan empat tahun.

Saat ini memang beluma ada penjelasan gamblang mengenai kematian mendadak pada anak. Tapi, penelitian telah mengidentifikasi beberapa kesamaan dalam kasus, termasuk kematian tanpa disadari saat tidur, anak-anak yang terlihat sehat akan tidur dan tidak pernah bangun.

Dalam hal ini, anak-anak dari Afrika-Amerika dua kali lebih mungkin meninggal akibat kondisi tersebut.

Sebuah studi tahun 2019 tampaknya menunjukkan hubungan antara kejang demam dan kematian mendadak pada anak, dengan proporsi keluarga yang melaporkan riwayat kejang demam lebih tinggi.

"Alexander adalah anak kecil yang ceria, sangat menyukai mobil dan sering menghabiskan waktu bersama keluarga," ujar Cooper yang masih merasa kehilangan anaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Pasien Covid-19 Meninggal Pada Hari yang Sama di RSUD Mth Djaman, Satu dari Kembayan, Dua dari Sanggau

Tiga Pasien Covid-19 Meninggal Pada Hari yang Sama di RSUD Mth Djaman, Satu dari Kembayan, Dua dari Sanggau

Kalbar | Selasa, 22 Maret 2022 | 21:24 WIB

Seperti Sakit Perut Biasa, Ketahui Penyebab dan Gejala Usus Buntu

Seperti Sakit Perut Biasa, Ketahui Penyebab dan Gejala Usus Buntu

Health | Minggu, 20 Maret 2022 | 17:51 WIB

Sakit perut Biasa atau Akibat Virus Corona Covid-19, Ini Bedanya!

Sakit perut Biasa atau Akibat Virus Corona Covid-19, Ini Bedanya!

Health | Jum'at, 25 Februari 2022 | 12:04 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB