Patah Tulang Tapi Berobat ke Tukang Urut, Memang Aman?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 04 April 2022 | 15:30 WIB
Patah Tulang Tapi Berobat ke Tukang Urut, Memang Aman?
Ilustrasi tukang urut. (Shutterstock)

Suara.com - Pengobatan alternatif seperti pergi ke tukang urut masih menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan yang dilakukan masyarakat Indonesia. 

Bukan hanya untuk menghilangkan pegal-pegal, jasa tukang urut juga kerap kali dimanfaatkan untuk memperbaiki masalah kesehatan lain, salah satunya patah tulang atau fraktur. Benarkah pengobatan alternatif itu benar-benar bisa memperbaiki fraktur? 

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., faktor edukasi jadi salah satu penyebab pengobatan alternatif patah tulang ke tukang urut masih banyak dilakukan. Masyarakat mungkin berpikir bahwa sakit yang dialaminya bukan patah tulang tapi hanya terkilir biasa. 

Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)
Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)

"Sehingga mereka cenderung pergi ke alternatif. Ini yang saya kira harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat termasuk juga pengobatan alternatif tersebut," kata dokter Adib dalam webinar bersama Kalbe Farma, Senin (4/4/2022). 

"Memang ada beberapa pengobatan alternatif itu yang sudah paham apabila fraktur akan disarankan ke dokter ortopedi," imbuhnya. 

Dokter Adib menyampaikan bahwa pengobatan fraktur di tukang urut biasanya hanya untuk menyambungkan tulang yang patah. Tapi, tidak ada jaminan kalau bagian tubuh tersebut akan berfungsi normal kembali.

Hal itu yang membedakan dengan pengobatan langsung sefara medis melalui dokter ortopedi. Di mana dokter akan berupaya mengembalikan kondisi tulang agar bisa berfungsi normal kembali, bukan hanya menempel kembali.

"Itu yang harus dipahami, sehingga pada saat dia datang ke alternatif dipasang pakai bambu, kemudian diikat sampai 1 satu bulan, problemnya satu sisi mungkin nyambung tapi mungkin tidak mulus, tidak pas posisinya," ujarndokter spesialis ortopedi tersebut. 

Selain itu, lantaran terlalu lama dibalut dengan lurus, kemungkinan akan berdampak pada persendian menjadi kaku. Kondisi tersebut yang sering kali ditemukan dokter Adib dalam praktik sehari-hari. 

baca juga

"Sehingga, kalau memang itu sudah ada problem di tulang, maka segeralah datang ke ortopedi," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Tulang Bawang Barat

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Tulang Bawang Barat

Lampung | Sabtu, 02 April 2022 | 21:35 WIB

Cegah Osteoporosis dan Osteoarthritis, Makanlah 5-6 Buah Plum Setiap Hari!

Cegah Osteoporosis dan Osteoarthritis, Makanlah 5-6 Buah Plum Setiap Hari!

Health | Kamis, 31 Maret 2022 | 08:54 WIB

Teknologi Medis Terbaru: Operasi Tulang Tengkorak Bayi dengan Realitas Virtual

Teknologi Medis Terbaru: Operasi Tulang Tengkorak Bayi dengan Realitas Virtual

Video | Rabu, 30 Maret 2022 | 11:20 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×