BKKBN: Untuk Turunkan Angka Stunting, Kelahiran Prematur Juga Harus Dicegah

M. Reza Sulaiman

Selasa, 05 April 2022 | 14:19 WIB
BKKBN: Untuk Turunkan Angka Stunting, Kelahiran Prematur Juga Harus Dicegah
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Menurunkan angka stunting di Indonesia perlu dilakukan dengan mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya, termasuk masih tingginya angka kelahiran prematur.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan lahirnya bayi prematur menjadi tantangan menurunkan angka stunting secara nasional.

“Lahirnya bayi-bayi sebelum waktunya atau prematur sangat berkontribusi pada lahirnya anak stunting," kata Hasto dikutip dari ANTARA, Selasa (5/4/2022).

Hasto mengungkapkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, bayi prematur yang lahir di Indonesia masih ada sebanyak 29,5 persen.

Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Selain bayi prematur, sebanyak 22,6 persen bayi juga berpotensi lahir dalam keadaan stunting karena memiliki panjang badan kurang dari 48 sentimeter. Hal tersebut disebabkan pada saat janin berada di dalam kandungan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Banyaknya bayi yang lahir dalam keadaan prematur dan memiliki panjang badan kurang dari 48 sentimeter, kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memberikan intervensi baik yang sensitif maupun spesifik.

“Bisa dibayangkan ada hampir seperempat lebih orang hamil melahirkan sebelum waktunya. Ini juga menjadi kendala,” ucap Hasto.

Hasto juga menyatakan, waktu yang dimiliki pemerintah untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024 mendatang, hanya tersisa sekitar 2,5 tahun lagi sehingga diperlukan strategi yang cerdas dalam mengentaskan stunting.

Strategi tersebut, kata Hasto, dapat dilakukan dengan cara menghitung berapa banyak balita Indonesia yang akan lahir hingga tahun 2024 termasuk menyusun data secara rinci dan akurat baik nama maupun alamat agar bisa mengetahui keluarga mana yang memiliki risiko stunting. Program Keluarga Berencana (KB) juga harus terus digencarkan supaya membantu para ibu memberikan jarak pada setiap kehamilan.

baca juga

Ia mengatakan, dalam kurun waktu setahun, terdapat kemungkinan sebanyak 4,8 juta bayi akan lahir. Sedangkan dalam sisa waktu 2,5 tahun tersebut, jumlah bayi yang lahir bisa menyentuh sekitar 12 juta bayi.

“Maka 2,5 tahun lagi sekitar hampir mencapai 12 juta yang akan lahir. Kita harus mengawal orang hamil kurang lebih 11 sampai 12 juta. Mulai hari ini, harus dikawal betul yang mau hamil dan yang hamil,” kata dia.

Walaupun demikian, Hasto mengatakan pandemi COVID-19 sudah cukup membaik sehingga dirinya optimis setidaknya menurunkan angka stunting sebanyak tiga persen di tahun 2022.

“Dalam dua tahun dari tahun 2019 ke tahun 2021 kita bisa turunkan tiga persen. Saya kira target Bapak Presiden tiga persen dalam satu tahun di 2022 bisa tercapai,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:27 WIB

Potensi Stunting Kini Bisa Didiagnosis Lebih Awal lewat Teknologi

Potensi Stunting Kini Bisa Didiagnosis Lebih Awal lewat Teknologi

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 07:50 WIB

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:30 WIB

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:28 WIB

Cegah Stunting dari Desa, Gunungkidul Perkuat Nutrisi hingga Sanitasi untuk Anak

Cegah Stunting dari Desa, Gunungkidul Perkuat Nutrisi hingga Sanitasi untuk Anak

Health | Jum'at, 11 September 2026 | 11:51 WIB

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Health | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Health | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:35 WIB

CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua

CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×