Penyakit Tidak Menular Jadi Salah Satu Sebab Kematian Terbesar RI, Pengurangan Risiko Dianggap Jadi Solusi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 April 2022 | 10:28 WIB
Penyakit Tidak Menular Jadi Salah Satu Sebab Kematian Terbesar RI, Pengurangan Risiko Dianggap Jadi Solusi
Ilustrasi diabetes. (Pexels/NataliyaVaitkevich)

Suara.com - Penyakit menular menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sejumlah penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kanker, kardiovaskuler, dan jantung menyumbang sebesar 66 persen angka kematian di Indonesia.

Oleh sebab itu, penerapan konsep pengurangan risiko (harm reduction) dinilai penting dan mendesak demi menurunkan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia serta dampaknya yang serius. 

Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) Dimas Syailendra menyebutkan penurunan prevalensi penyakit tidak menular dan dampaknya memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat.

Hal ini bertujuan untuk mengenal dan menyadari faktor pemicu penyakit tidak menular serta menyampaikan informasi terkait cara-cara mengurangi risiko terhadap penyakit tersebut dan implementasinya.

Iludtrasi gambar (freepik)
Iludtrasi gambar (freepik)

“Tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular ini tak lepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat akan penyebab penyakit dan cara-cara untuk mengurangi risiko dari penyakit tersebut. Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada bulan ini untuk membangun kembali kesadaran akan faktor pemicu dan aksi pengurangan risikonya,” ujar Dimas dalam keterangannya, Jumat, (8/4/2022). 

Menurut Dimas, terlepas dari sebaik apapun sarana kesehatan di suatu negara, konsep pengurangan risiko, yang mengedepankan metode pencegahan dengan menerapkan pola hidup minim risiko, akan jauh lebih efektif dalam menjaga taraf kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat. “Kita tahu bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Salah satu perilaku pengurangan risiko yang bisa diterapkan adalah dengan berhenti merokok. Seperti diketahui konsumsi rokok, yang melalui proses pembakaran, memicu terbentuknya beragam senyawa kimia berbahaya yang berpotensi menimbulkan beragam penyakit. Merokok merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit tidak menular. Kendati demikian, Dimas menyadari bahwa berhenti merokok secara total bukan merupakan sebuah hal yang mudah dilakukan.

Oleh karena itu, para perokok dewasa dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin untuk beralih jika sulit berhenti secara langsung.

Seperti diketahui, sejumlah penelitian mengungkapkan produk tembakau alternatif mampu mengurangi risiko hingga 90%-95% daripada rokok. Dengan demikian, perokok dewasa yang beralih menggunakan produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko penggunaan tembakau sekaligus memperkecil risiko terkena penyakit tidak menular.

baca juga

“Saat ini teknologi sudah sangat maju, ada beragam pilihan produk tembakau alternatif yang secara ilmiah sudah terbukti memiliki profil risiko yang jauh lebih kecil dibanding rokok. Perokok dewasa yang mengalami kesulitan berhenti, bisa menggunakan produk ini sebagai alternatif pemenuhan asupan nikotin sembari mengurangi risiko dan eksternalitas yang mereka hadapi,” tambah Dimas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! Seorang Ayah yang Sedang Sakit Tinggal di Gubuk Tengah Sawah Usai Diusir Anaknya

Miris! Seorang Ayah yang Sedang Sakit Tinggal di Gubuk Tengah Sawah Usai Diusir Anaknya

Jabar | Jum'at, 08 April 2022 | 03:30 WIB

Dokter Berikan Tips Kontrol Gula Darah bagi Penderita Diabetes saat Puasa

Dokter Berikan Tips Kontrol Gula Darah bagi Penderita Diabetes saat Puasa

Health | Kamis, 07 April 2022 | 17:02 WIB

Dokter Gizi Tak Sarankan Sahur Lebih Awal, Terutama Bagi Penderita Diabetes, Ini Waktu yang Dianjurkan

Dokter Gizi Tak Sarankan Sahur Lebih Awal, Terutama Bagi Penderita Diabetes, Ini Waktu yang Dianjurkan

Kalbar | Rabu, 06 April 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×