Apa Bedanya Imunisasi Dasar Anak di Posyandu Puskesmas dengan di RS Swasta?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 11 April 2022 | 18:29 WIB
Apa Bedanya Imunisasi Dasar Anak di Posyandu Puskesmas dengan di RS Swasta?
Ilustrasi imunisasi. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang memberikan 14 imunisasi dasar lengkap untuk anak yang bisa diakses gratis di puskesmas atau posyandu terdekat.

Tapi tidak menutup peluang ada masyarakat yang pilih lakukan imunisasi anak di rumah sakit atau klinik swasta. Lalu pertanyaanya apa beda imunisasi di posyandu dengan rumah sakit swasta?

Dijelaskan Spesialis Anak, dr. Arifianto, Sp.A bahwa dari sisi kualitas vaksin untuk imunisasi anak, di posyandu dan rumah sakit anak tidak ada perbedaan yang berarti.

"Barangnya sama persis, misalnya vaksin untuk DPT combo, misalnya pentabio dari Biofarma. Vaksin MMR cuma 1 persediaannya, yaitu yang dari india, itu mau di puskesmas atau di posyandu sama," ujar dr. Arifianto, dalam konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia, Senin (11/4/2022).

Pembagian Vitamin A oleh Posyandu dan Mahasiswa UMM
Pembagian Vitamin A oleh Posyandu dan Mahasiswa UMM

Namun dr. Arifianto mengatakan perbedaanya hanya pada beberapa imunisasi yang vaksinnya disubsidi oleh pemerintah, dan itu dilakukan pemerintah sebagai perlindungan dasar anak atau pemenuhan hak anak untuk sehat.

Tapi ada beberapa imunisasi lanjutan, yaitu vaksin yang bukan program pemerintah yang tidak disubsidi, sehingga orangtua perlu membeli sendiri untuk anak mereka.

"Ada juga imunisasi dasar lanjutan dari Kemenkes tadi, di posyandu gratis, ada yang tidak gratis karena tidak disubsidi, beli sendiri," paparnya.

Lantaran bukan bagian imunisasi dasar lengkap, tapi dinamakan imunisasi dasar lanjutan sifatnya tidak wajib, maka ini diserahkan sepenuhnya pada orangtua.

Orangtua bisa menunggu vaksin yang disubsidi pemerintah, atau bisa mengaksesnya langsung ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik swasta.

baca juga

"Tapi secara individu, ini kan memberikan hak anak setinggi-tingginya dan punya anggaran, sangat baik dan tidak buruk kalau melengkapi vaksin yang di luar subsidi dan di luar pemerintah," jelas dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu.

Imunisasi dasar lanjutan ini memang banyak disediakan oleh pihak swasta atau jalur mandiri, yang biasanya bukan disediakan pemerintah tapi oleh distributor.

"Distributor dan barang lain itu yang tidak ditanggung pemerintah subsidinya. Sebelumnya faskes-faskes yang jual program, dan kebetulan juga vaksin-vaksin yang dijual impor," terangnya.

Meski begitu menurut dr. Arifianto, pihak swasta juga bisa menyediakan dan mendapatkan vaksin gratis yang disubsidi untuk imunisasi dasar lanjutan anak dari pemerintah, yaitu dengan cara bekerjasama.

"Bekerjasama dengan puskesmas setempat, dan mengirimkan laporan berkala kepada puskesmas setempat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

DPR | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:17 WIB

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Health | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:01 WIB

Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?

Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?

Your Say | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:39 WIB

Terkini

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 18:41 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 18:40 WIB

×