Array

Selain Virus Corona Covid-19, Demam Bisa Jadi Tanda Infeksi Menular Seksual

Selasa, 12 April 2022 | 11:32 WIB
Selain Virus Corona Covid-19, Demam Bisa Jadi Tanda Infeksi Menular Seksual
Ilustrasi demam. (Shutterstock)

Suara.com - Demam salah satu gejala utama virus corona Covid-19. Tapi, demam juga bisa menjadi tanda salah satu infeksi menular seksual seperti klamidia.

Menurut Dokter Superdrug Zenon Andreoua, demam tingkat rendah adalah tanda bahaya klamidia. Demam tingkat rendah itu berarti kisaran 37,5 derajat Celcius hingga 38,3 derajat Celcius.

Menurut dokter, gejala demam akibat klamidia ini lebih mungkin dialami pria daripada wanita.

Tapi, pria juga memiliki tanda-tanda lain dari klamidia, seperti:

  1. Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  2. Kelembutan atau nyeri di testis
  3. Gatal-gatal yang tidak biasa di sekitar lubang penis
  4. Keluarnya cairan bening atau berwarna dari uretra

Dokter Andreoua mengatakan klamidia yang tidak diobati bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria. Komplikasi umum lainnya termasuk epididimitis yang menyebabkan peradangan pada epididimis, yakni saluran yang membawa sperma dari testis.

"Kondisi ini bisa mengakibatkan pembengkakan testis yang menyakitkan dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua saluran," kata Dokter Andreoua dikutip dari Express.

Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/Becca Tapert)
Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/Becca Tapert)

Dalam beberapa kasus, klamidia pada pria juga bisa menginfeksi rektum yang menyebabkan peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai proktitis dan peradangan yang disertai dengan keluarnya cairan lengket dan nyeri.

NHS menjelaskan bahwa klamidia adalah infeksi bakteri, yang biasanya menyebar melalui hubungan seks atau kontak dengan cairan kelamin yang terinfeksi.

Anda bisa menderita klamidia melalui hubungan seks vaginal atau anal tanpa kondom, penggunaan mainan seks, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi dan kontak biasa, seperti ciuman dan berpelukan.

Baca Juga: Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Ahli Hong Kong Temukan Banyak Anak Alami Peradangan

Anda harus melakukan tes kesehatan bila kontak dengan orang yang menderita klamidia atau mengalami beberapa gejalanya.

Tes medis untuk mendeteksi klamidia biasanya berupa tes swab atau tes urine. Jika Anda aktif secara seksual, Anda disarankan melakukan tes ini setidaknya setahun sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI