Ejakulasi Dini Bisa Diobati dengan Arus Listrik, Ini Kata Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 12 April 2022 | 14:09 WIB
Ejakulasi Dini Bisa Diobati dengan Arus Listrik, Ini Kata Dokter!
Ilustrasi disfungsi ereksi, ejakulasi dini (shutterstock)

Suara.com - Ejakulasi dini adalah masalah kesehatan seksual yang cukup menyiksa bagi pria maupun pasangannya.

Tapi, para ilmuwan telah menemukan cara untuk menyembuhkan ejakulasi dini melalui penggunaan arus listrik.

Sebelum itu, ejakulasi dini atau disfungsi ereksi ini merupakan masalah kesehatan seksual umum yang menyerang jutaan pria di seluruh dunia.

Umumnya, pilihan pengobatan ejakulasi dini ini termasuk teknik perilaku, anestesi topikal, konseling atau pengobatan.

Dokter juga bisa meminta pasien melakukan tes darah memeriksa kadar testosteron dan mungkin akan merujuknya ke ahli urologi atau spesialis disfungsi seksual.

Tapi dilansir dari The Sun, pengobatan baru menggunakan arus listrik ini bisa menjadi pilihan alternatif pengobatan ejakulasi dini. Pengobatan ini melibatkan elektroda yang ditancapkan ke penis selama 30 menit, selama tiga sesi seminggu.

Ilustrasi ejakulasi dini, penis, disfungsi ereksi (shutterstock)
Ilustrasi ejakulasi dini, penis, disfungsi ereksi (shutterstock)

Laporan di Asian Journal, ahli urologi mengungkapkan bahwa seorang pria yang menjalani terapi ejakulasi dini mampu bertahan tujuh kali lebih lama di ranjang dibandingkan sebelumnya.

Pria berusia 28 tahun itu dirawat di Lebanon selama enam bulan setelah mencoba berbagai obat untuk mengatasi masalah seksualnya.

Para ahli mengatakan pria itu telah menjalin hubungan dengan pacarnya selama satu tahun dan biasanya akan mengalami ejakulasi setelah 40 detik.

Setelah perawatan, dia bisa melakukan hubungan intim selama lima menit sebelum mencapai klimaks.

Bila Anda ingin tahu cara kerja pengobatan ini, dokter akan menggunakan mesin perangsang saraf yang ditempelkan pada batang penis.

Satu permukaan elektroda ditempatkan di dasar poros dan lainnya 2 cm ke atas. Mesin ini berfungsi mengganggu respons saraf yang diperlukan otot untuk berkontraksi, sehingga mengakibatkan ejakulasi.

Pria ini mengaku kehidupan seksualnya semakin meningkat perlahan setelah melakukan beberapa kali terapi ejakulasi dini.

Menurut NHS, pria itu membutuhkan waktu 5 menit dan 14 detik untuk mencapai klimaks setelah 14 bulan perawatan.

Petugas medis tidak mengatakan bahwa perawatan itu tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi, Anda mungkin akan merasakan ketidaknyamanan saat menjalani pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Urologi Sebut Disfungsi Ereksi Bisa Berasal dari Pikiran, Ini Hubungan Keduanya

Ahli Urologi Sebut Disfungsi Ereksi Bisa Berasal dari Pikiran, Ini Hubungan Keduanya

Health | Minggu, 03 April 2022 | 20:30 WIB

Penelitian Baru Temukan Efek Virus Corona Covid-19 pada Kehidupan Seksual, Seperti Apa?

Penelitian Baru Temukan Efek Virus Corona Covid-19 pada Kehidupan Seksual, Seperti Apa?

Health | Jum'at, 01 April 2022 | 11:52 WIB

Coba Atasi Disfungsi Ereksi Sendiri Menggunakan Semprotan Busa, Kondisi Pria Ini Berakhir Parah

Coba Atasi Disfungsi Ereksi Sendiri Menggunakan Semprotan Busa, Kondisi Pria Ini Berakhir Parah

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB