Campak vs Covid-19, Mana yang Lebih Menular pada Anak-Anak?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 18 April 2022 | 16:53 WIB
Campak vs Covid-19, Mana yang Lebih Menular pada Anak-Anak?
Ilustrasi anak sakit (pixabay.com)

Suara.com - Campak dan Covid-19 termasuk infeksi virus yang mudah menular. Keduanya bisa saja mengenai anak-anak. Tetapi mana yang paling lebih cepat menukar di antara kedua penyakit tersebut?

Spesialis anak Prof. DR. Dr. Hartono Gunardi, Sp. A(K)., mengatakan, baik campak juga Covid-19 bisa menular ke beberapa orang sekaligus. Pada campak, angka R0 atau potensi menularkan virus ke orang lain secara alami sebesar 12-18.

"Artinya 1 pasien bisa tularkan 12 sampai 18 orang. Kalau Covid bisa menular kepada 2,5 sampai 3 orang. Jadi campak yang lebih cepat menular dari Covid," kata Prof. Hartono dalam konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia 2022 di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (18/4/2022).

Prof Hartono menekankan, perbandingan itu dilakukan terhadap virus asli Covid-19 dari Wuhan, China.

"Jadi jangan dibandingkan dengan omicron dia lebih menular daripada ini. Karena omicron lebih menular, apalagi sekarang ada berbagai subvarian," ujarnya.

Bagaimana pun juga, campak dan Covid-19 bisa sama-sama berbahaya bagi anak. Prof. Hartono menyampaikan, walaupun anak berusia di bawah 5 tahun belum bisa diberikan vaksin Covid-19, namun tetap bisa terlindungi dari infekai apabila orang-orang terdekatnya telah divaksinasi.

Sedangkan untuk mencegah campak, anak perlu diberikan imunisasi vaksin MR. Dalam daftar imunisasi lengkap dari Kementerian Kesehatan, imunisasi MR dijadwalkan pada anak berusia 9 bulan. Kemudian diulang saat usia 18 bulan dan 7 tahun.

"Kita langganan wabah campak. Sampai sekarang, Data Kemenkes ada sekitar 30 kabupaten alami KLB (kejadian luar biasa) campak," ujar Prof Hartono.

Bahaya infeksi campak bagi anak, lanjutnya, bisa menyebabkan komplikasi seperti sesak napas, diare berkepanjangan, jaringan parut di kornea, hingga radang otak.

baca juga

Apabila anak yang terinfeksi campak sampai mengalami radang otak, meskipun sembuh, masih berisiko alami gejala sisa seperti kelumpuhan atau kekakuan pada alat gerak.

"Komplikasi ini akan lebih sering ditemukan pada anak dengan gizi kurang dan gizi buruk. Malangnya lagi, anak Indonesia banyak yang alami gizi kurang dan gizi buruk," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Melandai, Pesan Jokowi: Jangan Jumawa dan Buru-Buru Ingin Endemi

Kasus Covid-19 Melandai, Pesan Jokowi: Jangan Jumawa dan Buru-Buru Ingin Endemi

News | Senin, 18 April 2022 | 16:34 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Bawa Kabar Baik Terkait Covid-19 Jelang Lebaran, Sini Merapat!

Menkes Budi Gunadi Sadikin Bawa Kabar Baik Terkait Covid-19 Jelang Lebaran, Sini Merapat!

Health | Senin, 18 April 2022 | 16:18 WIB

Info Vaksin Dosis 1 hingga Booster di Malang Raya, Ayo Vaksin Biar Bisa Mudik!

Info Vaksin Dosis 1 hingga Booster di Malang Raya, Ayo Vaksin Biar Bisa Mudik!

Jatim | Senin, 18 April 2022 | 15:39 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×