facebook

Gegara Masturbasi Terlalu Keras, Pria Ini Alami Sesak Napas dan Mendadak Nyeri Dada hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Gegara Masturbasi Terlalu Keras, Pria Ini Alami Sesak Napas dan Mendadak Nyeri Dada hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Ilustrasi sakit dada lelaki. (Shutterstock)

Setelah diperiksa X-ray, dokter mendiagnosisnya dengan emfisema subkutan.

Suara.com - Seorang pria berusia 20 tahun dari Swiss baru-baru ini dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera paru-paru parah akibat masturbasi.

Menurut laporan Independent UK, pria ini melakukan masturbasi begitu keras hingga paru-parunya mulai berderak.

"Seorang pria berusia 20 tahun ditugaskan ke unit gawat darurat dengan dispnea parah dan nyeri dada. Dia melaporkan serangan tiba-tiba, nyeri dada tajam, diikuti dengan sesak napas saat berbaring," tulis peneliti Nikola Rajic dalam laporannya, yang terbit di Journal of Thoracic Disease.

Insiden ini bermula ketika pria yang tidak sebutkan identitasnya itu mengalami nyeri dada dan sesak napas saat masturbasi.

Baca Juga: Tim Medis Bali United Diduga Alami Pelecehan Seksual di Jakarta Internasional Stadium

Setelah diperiksa X-ray, dokter mendiagnosisnya dengan emfisema subkutan, kondisi di mana terdapat udara di dada atau mediastinum.

Ilustrasi masturbasi. [Shutterstock]
Ilustrasi masturbasi. [Shutterstock]

Emfisema subkutan merupakan kondisi langka yang dipicu oleh batuk hebat, muntah berlebihan, dan latihan fisik yang berat. Ini menyebabkan kebocoran udara dari paru-paru dan terperangkap di tulang rusuk.

Apa yang membuat kasus ini tidak biasa adalah hanya ada beberapa laporan SPM yang terkait dengan aktivitas seksual.

Akibat kondisi ini, suara pria tersebut menjadi berderak, wajahnya bengkak, dan terdapat udara yang terperangkap hingga ke bawah tengkoraknya.

Dokter pun memberinya parasetamol untuk nyeri dada dan antibiotik agar sang pria tidak terkena infeksi.

Baca Juga: Masuk Lokasi Kebakaran di Tunjungan Plaza, Eri Cahyadi Lemas Sesak Napas, Sampai Dibantu Medis

Ia dirawat di ICU semalaman, sebelum dipindahkan ke bangsal umum pada hari berikutnya, di mana ia tinggal selama tiga hari lagi sebelum dipulangkan.

Komentar