Tak Hanya Imunisasi Dasar, Anak Juga Butuh Imunisasi Lanjutan

Vania Rossa

Senin, 18 April 2022 | 20:15 WIB
Tak Hanya Imunisasi Dasar, Anak Juga Butuh Imunisasi Lanjutan
Ilustrasi imunisasi. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah. Untuk mengejar kekurangan cakupan tersebut pemerintah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam rangka pekan imunisasi dunia.

Berdasarkan data rutin terbaru Kementerian Kesehatan RI yang dikuti dari situs resminya, cakupan imunisasi dasar lengkap telah menurun secara signifikan sejak awal pandemi Covid-19, dari 84,2% pada tahun 2020 menjadi 79,6% pada tahun 2021.

Hal ini menyebabkan sekitar 800 ribu anak di seluruh Indonesia berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan bahwa imunisasi rutin lengkap penting bagi anak guna memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit berbahaya tertentu.

"Jika seseorang sampai terlindungi dari suatu penyakit, maka kemungkinan kena penyakit itu berkurang. Maka terciptalah tujuan akhir, yaitu pemberantasan penyakit itu," ujar dr. Reisa dalam webinar bertema "Selamatkan Keluarga, Lewati Pandemi dengan Imunisasi Lengkap", Senin (18/4/2022).

Menurut dr. Reisa, imunisasi rutin lengkap terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.

"Jadi, tidak cukup hanya (imunisasi) dasar saja. Jadi tetap harus dilanjutkan supaya bisa mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal. Jadi memproteksi kita dengan optimal," katanya.

Menurutnya, seseorang harus diimunisasi karena imunisasi bertujuan melindungi seseorang atau sekelompok masyarakat terhadap penyakit tertentu.

"Bahkan tujuannya untuk menghilangkan penyakit berbahaya di dunia. Seperti yang saat ini masih kita lakukan, yaitu imunisasi cacar," ujarnya.

Ia mengatakan peran imunisasi sangat penting dalam pencegahan berbagai "penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi" (PD3I), antara lain campak, difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan/whooping cough), polio, hepatitis B, meningitis dan pneumonia.

"Penyakit-penyakit berbahaya ini bisa menyebabkan terjadi kecacatan sampai kematian. Namun, dengan adanya imunisasi, kita bisa cegah terjadinya perburukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Cakupan Imunisasi, Masyarakat Punya Peran Penting Bantu Pemerintah

Tingkatkan Cakupan Imunisasi, Masyarakat Punya Peran Penting Bantu Pemerintah

Health | Senin, 18 April 2022 | 20:13 WIB

Pandemi Bikin Cakupan Imunisasi Rendah, Kemenkes Atasi dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Pandemi Bikin Cakupan Imunisasi Rendah, Kemenkes Atasi dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Health | Senin, 18 April 2022 | 18:04 WIB

Bahaya Infeksi Difteri Pada Anak: Tidak Bisa Bernapas Hingga Kerusakan Organ

Bahaya Infeksi Difteri Pada Anak: Tidak Bisa Bernapas Hingga Kerusakan Organ

Health | Senin, 18 April 2022 | 13:09 WIB

Terkini

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:55 WIB

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×