Bahaya Infeksi Difteri Pada Anak: Tidak Bisa Bernapas Hingga Kerusakan Organ

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 18 April 2022 | 13:09 WIB
Bahaya Infeksi Difteri Pada Anak: Tidak Bisa Bernapas Hingga Kerusakan Organ
Ilustrasi anak mengidap difteri (Shutterstock)

Suara.com - Difteri menjadi infeksi bakteri yang menular dan bisa mengenai anak-anak. Penyakit tersebut berisiko sebabkan kerusakan pada organ vital, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. 

Sebagai tindakan pencegahan, anak perlu diimunisasi vaksin difteri atau DT. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, vaksin DT bisa diberikan saat anak berusia 7 tahun.  

Spesialis anak Prof. DR. Dr. Hartono Gunardi, Sp. A(K)., menyampaikan bahwa infeksi difteri sangat berbahaya bagi anak. 

"Difteri tidak hanya menyerang saluran napas, tapi juga mata sehingga kualitas penglihatannya bisa menurun. Selain itu, juga menyebabkan adanya selaput di saluran napas. Sehingga saluran napas tertutup dan tidak bisa napas," jelasnya dalam konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia 2022 di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (18/4/2022). 

Ilustrasi difteri. [Istimewa]
Ilustrasi difteri. [Istimewa]

Agar anak bisa bernapas, maka saluran napas pada leher diberi lubang dan dipasang alat. Namun, tindakan itu juga bukan tanpa risiko.

Prof. Hartono mengatakan, difteri bisa menyebabkan leher anak bengkak seperti banteng atau disebut juga bull neck. Leher yang bengkak itu menandakan kalau otot jantung sedang meradang.  

"Terjadi hantaran impuls sehingga kerja otot jantung jadi terhambat. Itu disebabkan racun dari kuman difteri," ucapnya.

Untuk menetralisir racun tersebut, anak perlu diberikan obat ADS atau Anti Difteri Serum. Namun, obat itu tidak diproduksi di Indonesia. Sehingga pemerintah hanya mengandalkan dari impor. 

"Malangnya pabrik di luar negeri produksi ADS itu banyak yang sudah tutup karena kasus difteri sudah langka. Oleh sebab itu, untuk mencegah penyakit berat ini cukup imunisasi saja," pesan prof. Hartono.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! 800 Ribu Anak di Indonesia Berisiko Tinggi Tertular Tetanus Hingga Rubella, Apa Sebab?

Ngeri! 800 Ribu Anak di Indonesia Berisiko Tinggi Tertular Tetanus Hingga Rubella, Apa Sebab?

Health | Senin, 18 April 2022 | 10:56 WIB

Imunisasi Dewasa Bantu Cegah Risiko Penyakit Menular, Dokter: Mulai dari Usia 19 Tahun

Imunisasi Dewasa Bantu Cegah Risiko Penyakit Menular, Dokter: Mulai dari Usia 19 Tahun

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 22:47 WIB

Bukan Cuma Bayi dan Anak, Orang Dewasa Juga Butuh Imunisasi Ulang

Bukan Cuma Bayi dan Anak, Orang Dewasa Juga Butuh Imunisasi Ulang

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 10:36 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×