facebook

Makan Buah Berlerbihan Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah, Ini Saran Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Makan Buah Berlerbihan Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah, Ini Saran Ahli!
Buah-buahan. (Pixabay)

Ahli menegaskan gula dalam buah bukan jenis gula yang harus dihindari, tetapi harus dibatasi asupannya.

Suara.com - Buah merupakan salah satu sumber makanan yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Tapi, banyak orang mungkin berpikir kandungan dalam gula berbahaya bagi penderita diabetes.

Padahal, gula dalam buah utuh tidak dihitung sebagai gula bebas. Jadi, kandungan gula dalam buah ini bukan jenis gula yang harus dikurangi atau dihindari penderita diabetes.

Berbeda dengan kandungan gula dalam minuman, cokelat, kuet, biskuit, jus buah dan madu. Kandungan gula dalam minuman dan makanan itu mungkin harus dihindari penderita diabetes.

The Diabetes Research & Wellness Foundation mengatakan jenis nutrisi utama dalam makanan yang meningkatkan kadar glukosa darah disebut karbohidrat.

Baca Juga: Hasil Riset: Orang yang Tidak Divaksin dan Terinfeksi Varian Omicron akan Timbulkan Respons Imun Terbatas

Karbohidrat biasanya ditemukan dalam makanan bertepung dan manis. Semua karbohidrat, baik gula atau pati, diproses atau tidak diproses akan mempengaruhi kadar glukosa darah.

Hal ini menjelaskan bahwa semua buah mengandung gula alami yang disebut fruktosa. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang yang makan banyak buah dan sayuran memiliki penurunan risiko penyakit jantung dan kanker.

Ilustrasi buah-buahan (Pixabay.com/ diapicard)
Ilustrasi buah-buahan (Pixabay.com/ diapicard)

"Anda harus mencoba makan berbagai buah dan sayuran, setidaknya 5 porsi sehari. Satu porsi ini setara dengan 80 gram," kata The Diabetes Research & Wellness Foundation dikutip dari Express.

Dalam hal ini, kentang termasuk makanan bertepung dan tidak berkontribusi pada asupan buah dan sayuran.

"Ingat, buah dan terutama jus buah mengandung gula alami dan akan meningkatkan kadar glukosa darah. Tapi, mengonsumsinya yang diimbangi dengan makan sayuran hijau akan memiliki efek minimal pada kadar glukosa," kata Foundation.

Baca Juga: Temuan Baru, Varian Omicron Bisa Sebabkan ISPA Pada Anak-anak!

Diabetes UK mengatakan tidak mungkin bila seseorang mengurangi asupan buah karena menderita diabetes. Tapi, Anda bisa membuat catatan untuk mengetahui seberapa sering dan seberapa banyak Anda mengonsumsi buah.

"Banyak orang yang jarang makan buah, tetapi langsung besar porsinya sekali makan buah. Jadi, beberapa orang mungkin akan merasa telah mengonsumsi buah tertentu secara berlebihan," jelasnya.

Meskipun buah baik untuk kesehatan, Anda perlu menghindari jus buah dan smoothie atau setidaknya mengurangi mengonsumsinya.

Karena, sebagian besar serat dalam jus buah dan smoothie sudah dihilangkan atau sudah dipecah. Sehingga Anda akan lebih cepat menghabiskannya dan mengonsumsinya akan menambah kalori serta karbohidrat.

Serat yang tidak utuh dalam jus buah dan smoothie juga tidak memberikan manfaat kesehatan apapun bagi tubuh.

NHS pun menegaskan bahwa menderita diabetes tipe 2 bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi apapaun, termasuk buah. Anda cukup membatasi asupan makanan tertentu.

Jika perlu, Anda bisa mengubah pola makan dan Anda bisa memulainya dengan perubahan kecil setiap minggunya.

Komentar