facebook

WHO Rekomendasikan Pil Antivirus dari Pfizer untuk Pasien Covid-19, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
WHO Rekomendasikan Pil Antivirus dari Pfizer untuk Pasien Covid-19, Ini Alasannya!
Ilustrasi obat, pil antivirus (Unsplash/Roberto Sorin)

WHO lebih merekomendasikan pil antivirus Pfizer untuk virus corona Covid-19 daripada remdesivir karena berbagai alasan.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pil antivirus Covid-19 dari Pfizer untuk pasien dengan infeksi ringan yang masih berisiko tinggi dirawat di rumah sakit.

Tapi, pil antivirus ini tidak berlaku untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun, ibu hamil dan ibu menyusui.

WHO merekomendasikan pil antivirus Paxlovid daripada remdesivir, serta lebih dari pil molnupiravir Merck dan antibodi monoklonal.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada temuan penelitian dari dua percobaan, di mana Paxlovid dapat mengurangi risiko rawat inap hingga 85 persen. Sedangkan, sebanyak 3.100 pasien terlibat dalam penelitian ini.

Baca Juga: Hubungan Seks Terasa Menyakitkan, 5 Kondisi Ini Bisa Jadi Pemicunya!

Perawatan oral dari Pfizer dipercaya mampu mencegah rawat inap lebih dari yang tersedia, lebih sedikit risiko bahayanya dibandingkan molnupiravir dan lebih mudah diberikan daripada remdesivir dan antibodi intravena.

Ilustrasi virus corona Covid-19, pasien Covid-19 (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19, pasien Covid-19 (Pixabay/Engin_Akyurt)

Para ahli mengatakan pil antivirus Pfizer menjadi pilihan unggul pengobatan untuk orang yang tidak divaksinasi, lanjut usia atau dengan gangguan kekebalan dengan virus corona Covid-19.

Para ahli WHO mengatakan pil antivirus ini bisa menjadi pilihan terbaik sebagai pengobatan untuk orang yang tidak vaksinasi, lanjut usia atau dengan gangguan kekebalan.

Namun dilansir dari Times of India, para ahli melarang keras penggunaan pil antivirus ini pada anak-anak di bawah usia 18 tahun, wanita hamil dan menyusui.

Pasien harus mulai meminum pil Paxlovid mereka dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala dan terus minum selama 5 hari ke depan.

Baca Juga: Hubungan Seks Tetap Aman, Cegah Kondom Rusak dengan 6 Cara Berikut

Obat hanya dapat diberikan pada saat penyakit dalam stadium awal yang menekankan pada pemahaman gejala penyakit.

Komentar