facebook

Long Covid-19, Kemunculan 4 Gejala Ini Cenderung Dialami Wanita daripada Pria!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Long Covid-19, Kemunculan 4 Gejala Ini Cenderung Dialami Wanita daripada Pria!
Ilustrasi virus corona, Long covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Ada beberapa gejala Long Covid-19 yang cenderung dialami wanita daripada pria.

Suara.com - Long Covid-19 merupakan gejala virus corona Covid-19 yang berkepanjangan. Rupanya, Long Covid-19 ini bisa mempengaruhi wanita dan pria dengan cara berbeda.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Women's Health telah menemukan ada beberapa gejala Long Covid-19 yang lebih mungkin dialami wanita daripada pria.

Beberapa gejala Long Covid-19 yang cenderung dialami wanita termasuk kesulitan menelan, kelelahan, nyeri dada, dan jantung berdebar-debar.

Penelitian oleh University of Parma di Italia memastikan bahwa sesak napas adalah gejala paling umum dari Long Covid-19.

Baca Juga: Pasien Hipertensi dan Penyakit Jantung Boleh Makan Daging Kambing, Tapi Ada Syaratnya!

Lebih jauh, mereka juga menetapkan bahwa wanita lebih mungkin mengalami gejala Long Covid-19 ini daripada pria.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, Long Covid-19. (Shutterstock)

Sebanyak 97 persen pasien wanita mengalami gejala tersebut dibandingkan dengan 84 persen pasien pria.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa wanita lebih berisiko mengalami gejala Long Covid-19 tersebut dibandingkan pria.

Para peneliti mengatakan studi longitudinal jangka panjang diperlukan untuk memahami patofisiologi terkait jenis kelamin dari gejala dan efek pengobatan farmakologis Long Covid-19.

"Studi ini akan sangat penting untuk memahami Long Covid-19 guna menerapkan strategi pengobatan yang ditargetkan dan menghindari tindakan medis yang kurang tepat," jelas peneliti dikutip dari Express.

Baca Juga: Hubungan Seks Mulai Monoton, Ini 5 Tips Agar Kembali Lecut Libido

Sementara itu, Direktur Eksekutif Universitas Persemakmuran Virgin Dr Susan Kornstein menambahkan meskipun wanita memiliki tingkat kematian yang lebih rendah daripada pria selama fase akut virus corona. Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita memiliki kemungkinan lebih besar mengalami sindrom Long Covid-19.

Saat ini ada beberapa pengobatan untuk Long Covid-91. Namun, beberapa orang telah menemukan cara untuk mengobatinya.

Pekerja ambulans, Matthew Webb telah menceritakan langkahnya mengonsumsi probiotik dan suplemen makanan setiap hari telah membantu mengatasi Long Covid-19 yang dideritanya.

“Dalam tiga hari, perbedaannya sangat jauh. Saya merasa memiliki begitu banyak energi dan kabut otak telah hilang," kata Webb.

Webb juga salah satu peserta dalam uji coba yang dijalankan oleh rumah sakit Addenbrooke di Cambridge, di mana peserta diberi kapsul makanan terkonsentrasi kaya fitokimia.

Profesor Robert Thomas, yang memimpin penelitian, mengatakan mereka memberikan zat alami terkonsentrasi yang ditemukan dalam makanan umum.

"Kami menemukan zat-zat ini membantu peserta mengalami peningkatan kondisi 2 hingga 3 kali lipat dari gejala Long Covid-19 yang dideritanya," jelas Robert.

Komentar