Heboh Soal Wabah Hepatitis Misterius pada Anak, Ini Gejala yang Harus Diperhatikan Orangtua!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 27 April 2022 | 08:56 WIB
Heboh Soal Wabah Hepatitis Misterius pada Anak, Ini Gejala yang Harus Diperhatikan Orangtua!
Ilustrasi Anak-anak (Pixabay)

Suara.com - Sekitar 170 anak-anak jatuh sakit akibat hepatitis misterius, yang mana sebagian besar di antara mereka berasal dari Inggris.

Hepatitis misterius ini cukup mengkhawatirkan, terlebih setelah WHO melaporkan 1 kasus kematian akibat penyakit tersebut.

Dr Nighat Arif mengatakan sebelumnya ia tidak pernah menemukan kasus hepatitis yang cukup tinggi pada anak-anak. Karena itu, wabah yang sedang melanda Eropa dan Amerika ini cukup mengkhawatirkan.

"Kami perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk mencari tahu penyebabnya," kata Dr Nighat dikutip dari Express.

Kemudian, Dr Nighat pun menyebutkan gejala awal dari hepatitis yang perlu diwaspadai semua orangtua.

Salah satu gejala utama yang menjadi pertanda hepatitis adalah kulit menguning. Penyakit ini biasanya menyebabkan kulit dan mata menguning.

Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis B.
Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis (shutterstock)

"Beberapa orang mungkin juga mengalami kulit gatal, urine berwarna gelap dan tinja berwarna pucat pada anak-anak," jelasnya.

Orangtua juga perlu waspada ketika anak mengeluh kram, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan suhu tubuh yang melonjak serta sulit dikendalikan.

Dr Nighat menjelaskan bahwa kondisi tersebut menggambarkan peradangan pada hati. Penyebab anak-anak terkena hepatitis pun bisa karena banyak hal.

"Ada banyak virus yang bisa menyebabkan hepatitis, yang mana semuanya memiliki variasi berbeda dan caranya menginfeksi anak-anak," katanya.

Ada juga kondisi genetik yang dapat menyebabkan hepatitis. Pada orang yang lebih dewasa, kebiasaan minum alkohol dan obat-obatan pun bisa menyebabkan hepatitis.

Pada kasus ini, para ahli belum bisa memastikan penyebab hepatitis pada anak. Namun, Dr Nighat berbagi bahwa kasus yang mereka lihat sejauh ini tampaknya berasal dari adenovirus.

"Kami berpikir bahwa 70 persen dari kasus hepatitis pada anak ini datang dari jenis virus tertentu. Kini, adenovirus adalah virus yang sangat umum," ujarnya.

Pada beberapa penelitian, terutama kasus di Skotlansia, mereka menemukan ada 41 adenovirus yang bisa menyebabkan jenis hepatitis misterius ini.

Tapi, nampaknya adenovirus bukan satu-satunya virus yang menyebabkan keseluruhan kasus hepatitis misterius pada anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Manfaat Buah Merah Papua bagi Kesehatan, Salah Satunya Cegah Hepatitis B

4 Manfaat Buah Merah Papua bagi Kesehatan, Salah Satunya Cegah Hepatitis B

Your Say | Selasa, 26 April 2022 | 14:16 WIB

WHO Laporkan 1 Kasus Kematian akibat Hepatitis Misterius pada Anak

WHO Laporkan 1 Kasus Kematian akibat Hepatitis Misterius pada Anak

Health | Selasa, 26 April 2022 | 12:14 WIB

Kasus Hepatitis Pada Anak Meningkat di Seluruh Dunia, WHO Lakukan Penelusuran

Kasus Hepatitis Pada Anak Meningkat di Seluruh Dunia, WHO Lakukan Penelusuran

Health | Selasa, 26 April 2022 | 03:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB