Sayang Sekali, Faktanya Orang Tua Tidak Bisa Memilih Jenis Kelamin Bayi Kecuali Jalani Program Bayi Tabung

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 01 Mei 2022 | 14:40 WIB
Sayang Sekali, Faktanya Orang Tua Tidak Bisa Memilih Jenis Kelamin Bayi Kecuali Jalani Program Bayi Tabung
Ilustrasi Bayi. (Pixabay)

Suara.com - Banyak orang tua melakukan 'cara khusus' agar memiliki anak sesuai dengan jenis kelamin yang mereka inginkan. Misalnya, dari melakukan posisi seks tertentu hingga makan makanan tertentu.

Namun pada kenyataannya, tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol jenis kelamin bayi kecuali pasangan yang menjalani IVF atau bayi tabung dan melakukan skrining genetik pra-implantasi.

"Sains memberi tahu kita bahwa pada dasarnya Anda memiliki peluang 50-50 untuk mempunyai anak laki-laki atau perempuan," terang obgyn Sherry Ross, dilansir Insider.

Mengapa orang tua tidak bisa mengontrol jenis kelamin bayi?

Wanita memiliki sel telur, yang memiliki kromosom X. Laki-laki memiliki sperma, yang membawa kromosom X atau Y.

Jika sel telur dibuahi oleh sperma X, maka hasilnya XX, atau secara biologis perempuan. Jika dibuahi oleh kromosom Y, itu XY, atau secara biologis laki-laki.

ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)
ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)

Hasil XX atau XY juga tidak selalu menentukan paakah anak akan mengidentifikasi diri mereka menjadi laki-laki atau perempuan. XX atau XY hanya menentukan jenis kelamin biologis mereka.

"Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa Anda dapat mengendalikan jenis kelamin," kata Ross.

Ada satu pengecualian, yakni jika menjalani bayi tabung dan embrio diuji secara genetik sebelum implantasi, maka orag tua dapat memilih embrio laki-laki atau perempuan.

Pilihan ini sangat penting bagi orang yang mencoba menghindari penyakit seperti anemia sel sabit, yang kebanyakan ditemukan pada pria.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sperma Y berenang lebih cepat. Karenanya, ilmuwan menduga bahwa berhubungan seks mendekati masa ovulasi dapat meningkatkan peluang memiliki anak laki-laki.

Singkatnya menurut studi tersebut, sperma Y lebih mungkin 'memenangkan perlombaan' untuk mencapai sel telur.

Namun, sebuah riset tahun 2020 menemukan bahwa tidak ada perbedaan ukuran atau pola pergerakan antara sperma X maupun Y.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Momen Dea Ananda Ungkap Jenis Kelamin Anak Pertama, Menangis Setelah Mengetahuinya

5 Momen Dea Ananda Ungkap Jenis Kelamin Anak Pertama, Menangis Setelah Mengetahuinya

Entertainment | Rabu, 27 April 2022 | 14:41 WIB

Belasan Tahun Menanti, Jenis Kelamin Calon Anak Pertama Dea Ananda Terungkap

Belasan Tahun Menanti, Jenis Kelamin Calon Anak Pertama Dea Ananda Terungkap

Entertainment | Rabu, 27 April 2022 | 09:18 WIB

Melahirkan Bayi dengan Jenis Kelamin Tidak Sesuai Keinginan, Pasangan Ini Gugat Klinik Kesuburan

Melahirkan Bayi dengan Jenis Kelamin Tidak Sesuai Keinginan, Pasangan Ini Gugat Klinik Kesuburan

Health | Kamis, 14 April 2022 | 17:00 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB