Melahirkan Bayi dengan Jenis Kelamin Tidak Sesuai Keinginan, Pasangan Ini Gugat Klinik Kesuburan

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Kamis, 14 April 2022 | 17:00 WIB
Melahirkan Bayi dengan Jenis Kelamin Tidak Sesuai Keinginan, Pasangan Ini Gugat Klinik Kesuburan
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

Suara.com - Pasangan Heather dan Robin 'Robbie' Wilhelm-Routenberg mengunggat klinik kesuburan karena telah melahirkan bayi dengan jenis kelamin berbeda dari yang telah dijanjikan klinik.

Sebelumnya, kedua ibu baru ini memutuskan hanya akan mempunyai anak perempuan, akibat trauma emosional yang dialami Heather terdahulu.

Akhirnya kedua wanita tersebut memutuskan untuk program bayi tabung di klinik kesuburan CNY di Latham, New York, yang menurut mereka dapat menjamin bisa menentukan jenis kelamin embrio menggunakan sel telur Robbie dan sperma donor.

Namun, dalam 15 minggu kehamilan Heather, pasangan ini terkejut mengetahui bahwa mereka akan memiliki anak laki-laki, padahal sebelumnya mereka meminta anak perempuan.

"Saat itulah saya marah, saat itulah merasa tubuh saya disandera. Saya berasumsi itu adalah embrio orang lain, bukan embrio kita," kata Heather, dilansir Oddity Central.

Pasangan Heather dan Robbie (Facebook)
Pasangan Heather dan Robbie (Facebook)

Ia melanjutkan, "Itu membuatku takut. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, rasanya seperti ada alien yang hidup di dalam diri saya."

Namun, pikiran bahwa bayi yang dikandungnya kemungkinan milik orang lain juga sedikit menghibur bagi Heather.

Sebab, Heather berpikiran bahwa ia dapat menukarnya ke orang tua bayi laki-laki 'asli' dan ia akan mendapat bayi perempuan yang dijanjikan klinik CNY.

Namun pikiran tersebut hancur saat klinik mengonfirmasi bahwa embrio tersebut benar-benar milik mereka.

baca juga

“Tujuh minggu kemudian kami mendapat email bahwa ini adalah embrio kami. Memang laki-laki. Tidak ada orang lain yang melahirkan bayi kami: Tidak ada bayi perempuan yang lahir,” sambung Heather.

Meski ada saran untuk aborsi, fakta bahwa mereka pernah keguguran membuat mereka sulit menerimanya. Terlebih Heather tidak merasakan hubungan emosional dengan bayi yang tumbuh di rahimnya.

Keadaan memburuk ketika bayinya lahir pada Desember 2020. Heather mulai memimpikan anaknya, lalu ia mulai mengalami kecemasna emosional. Pada satu titik ia merasa mulai gila.

Kini, anak laki-laki tersebut sudah berusia satu setengah tahun dan seluruh keadaannya membaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

11 Artis Melahirkan saat Ramadhan, Ada yang Jalani Persalinan di Amerika Serikat

11 Artis Melahirkan saat Ramadhan, Ada yang Jalani Persalinan di Amerika Serikat

Entertainment | Kamis, 14 April 2022 | 10:01 WIB

Pilih Operasi Caesar, 5 Momen Fitri Tropica Melahirkan Anak Kedua

Pilih Operasi Caesar, 5 Momen Fitri Tropica Melahirkan Anak Kedua

Banten | Kamis, 14 April 2022 | 07:15 WIB

Fitri Tropica Sempat Dilarikan ke IGD Sebelum Melahirkan Anak Kedua

Fitri Tropica Sempat Dilarikan ke IGD Sebelum Melahirkan Anak Kedua

Entertainment | Rabu, 13 April 2022 | 17:09 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×