facebook

Hentikan Penggunaan Tisu Toilet Beraroma saat Buang Air, Ini Risikonya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Hentikan Penggunaan Tisu Toilet Beraroma saat Buang Air, Ini Risikonya
Ilustrasi tisu toilet (Shutterstock).

Penggunaan tisu toilet yang beraroma buruk untuk kesehatan organ intim.

Suara.com - Kebanyakan orang mungkin kebiasaan menggunakan tisu toilet untuk membersihkan atau mengeringkan organ intim setelah buang air.

Beberapa orang mungkin juga mengira tisu toilet yang berbau harum lebih higienis dan lebih baik. Tapi, ahli kesehatan dan kesejahteraan, Stephanie Taylor mengatakan penggunaan tisu toilet yang berbau harum justru tidak baik untuk kesehatan organ intim.

Hal itu karena tisu toilet berbau harum sering mengandung bahan kimia yang kurang baik untuk organ intim.

Jika digunakan terlalu sering, bahan kimia dalam jaringan beraroma dapat mengiritasi kulit di sekitar organ intim yang menyebabkan gatal dan terbakar.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Binda Sulut Telah Suntikan 122.473 Vaksin Booster

Bahkan, penggunaan tisu toilet roll yang beraroma bisa membuat Anda berisiko mengalami berbagai kondisi, mulai dari pruritus ani hingga wasir.

Ilustrasi Buang Air Besar, tisu toilet (freepik)
Ilustrasi Buang Air Besar, tisu toilet (freepik)

Adapun masalah kesehatan yang mungkin Anda hadapi akibat penggunaan tisu toilet beraroma, termasuk:

  1. Pruritus ani
  2. Fisura anal
  3. Mikroabrasi
  4. Wasir
  5. Rektal
  6. Benjolan kulit yang mendorong melalui anus

"Penggunaan produk beraroma apapun memang tidak disarankan untuk area anus atau vagina," jelas Taylor dikutip dari Express.

Selain pruritus ani, produk beraroma dapat menyebabkan fisura anus, kerusakan mikro atau wasir, iritasi pada daerah anus, pendarahan dubur, robekan atau retakan yang terlihat saat buang air besar atau benjolan kulit yang mendorong melalui anus.

Pruritus ani adalah kondisi umum yang mempengaruhi setidaknya lima persen dari populasi. Kondisi ini menyebabkan gatal pada anal. Bila Anda mengalami gejala kondisi ini, Anda harus konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Heboh Kabar Vaksin Covid-19 Anak Mematikan Imunitas, Kak Seto: Percayakan Pada Pemerintah

Komentar