Benarkah Long Covid-19 Sebabkan Hepatitis Misterius? Ini Kata Ketua Satgas IDI

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 07 Mei 2022 | 10:53 WIB
Benarkah Long Covid-19 Sebabkan Hepatitis Misterius? Ini Kata Ketua Satgas IDI
Ilustrasi Long Covid-19 (Envato)

Suara.com - Banyak dugaan dan hipotesi terkait penyebab hepatitis misterius atau hepatitis akut. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri telah menetapkan kasus hepatitis misterius itu sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

Ada dugaan munculnya wabah itu disebabkan oleh long Covid-19. Ini karena dari beberapa temuan kasus di dunia, di mana beberapa pasien hepatitis akut terinfeksi SARS CoV 2 dan Adenovirus 41.

Namun hal ini dibantah Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban. Ia mengatakan anak usia di bawah 16 bulan yang terserang hepatitis misterius sebagian besar tidak memiliki riwayat infeksi Covid-19.

"Tidak (karena long Covid-19). Pasien-pasiennya justru sehat. Di Alabama, dari 9 anak-anak, tak satu pun dari mereka memiliki riwayat infeksi Covid-19, dan tidak menerima vaksin. Dari data juga diketahui bahwa angka kejadian Long Covid-19 pada anak amat jarang," ujar Prof. Zubairi dikutip Suara.com, Sabtu (7/5/2022).

Perlu diketahui, long Covid-19 adalah gejala sisa usai sembuh dari Covid-19. Gejala ini menandai adanya kerusakan pasca infeksi virus SARS CoV 2 yang merusak tubuh maupun organ, padahal virus di dalam tubuh sudah sepenuhnya mati.

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati atau liver. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi virus, infeksi cacing hati, kebiasaan minum alkohol, obat-obatan hingga penyakit komorbiditas seperti autoimun.

Ia menambahkan, hal yang sama juga terjadi di Indonesia, bahwa tiga anak yang meninggal di RSCM Jakarta karena hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, dipastikan negatif Covid-19.

"Di Indonesia, dari tiga kasus, semuanya diketahui negatif Covid-19 dan satu komorbid," ungkapnya.

Begitu juga data di Brasil dan India, bahwa hanya ada sebagian kecil anak yang terinfeksi Covid-19 harus mendapatian pengobatan hepatitis.

"Sebagian besar pasien pulih dengan cepat dalam beberapa hari," timpalnya.

Sementara itu, hepatitis akut misterius menghebohkan dunia karena membuat anak usia di bawah 16 tahun, yang tadinya sehat mendadak sakit dan harus dirawat.

Bahkan beberapa anak tersebut harus mendapatkan transplantasi hati atau liver, agar bisa selamat dan sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Direktur WHO Asia Sebut Survailens Perlu Dilakukan Pada Hepatitis Misterius

Eks Direktur WHO Asia Sebut Survailens Perlu Dilakukan Pada Hepatitis Misterius

Malang | Jum'at, 06 Mei 2022 | 19:19 WIB

Dinkes: Belum Ditemukan Penyakit Hepatitis Akut di Batam

Dinkes: Belum Ditemukan Penyakit Hepatitis Akut di Batam

Batam | Sabtu, 07 Mei 2022 | 08:00 WIB

Cara Penularan Hepatitis Akut Misterius pada Anak-Anak, Orangtua Harus Waspada

Cara Penularan Hepatitis Akut Misterius pada Anak-Anak, Orangtua Harus Waspada

Health | Jum'at, 06 Mei 2022 | 19:05 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB