Butuh Biaya Besar, Pengobatan Pasien Talasemia Capai Rp 400 Juta Setahun

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 16 Mei 2022 | 15:14 WIB
Butuh Biaya Besar, Pengobatan Pasien Talasemia Capai Rp 400 Juta Setahun
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit keturunan talasemia yang terjadi sejak lahir mengakibatkan pengidapnya perlu menjalani transfusi darah setiap dua pekan.

Talasemia merupakan kelainan darah yang terjadi akibat protein dalam sel darah merah tidak berfungsi normal. Akibatnya, pengidap talasemia tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup untuk dirinya sendiri.

Guru besar Departemen Kesehatan Anak FKUI-RSCM Prof. dr. Pustika Amalia Sp.A. menjelaskan bahwa pengobatan talasemia harus dilakukan dengan transfusi darah dan konsumsi obat penurun zat besi secara rutin. Perawatan tersebut membutuhkan biaya besar, hingga Rp 400 juta setahun per satu pasien.

"Mahalnya, nomor satu itu karena kantong darah, di kita Rp 600-700 ribu per kantong. Minimal harus dua kantong. Kemudian obat-obatan untuk mengeluarkan zat besi, karena mereka kelebihan zat besi. Itu juga lumayan," kata Prof. Pustika dalam webinar Hari Talademia Sedunia, Minggu (15/5/2022).

Biaya bisa agak lebih murah karena saat ini telah ada obat penurun zat besi buatan lokal. Menurut Prof. Pustika, hal itu sangat meringankan beban biaya bagi pasien talasemia.

Obat tersebut penting lantaran aktivitas transfusi darah yang diperlukan sebenarnya juga berdampak meningkatkan kadar zat besi dalam darah pada pasien. Apabila kelebihan zat besi tidak dikeluarkan, pasien berisiko alami komplikasi penyakit.

"Kalau mengalami komplikasi kelebihan zat besi di jantung, itu penyebab kematian utama. Belum lagi nanti kelebihan zat besi di hati, terjadi gangguan hati, pendarahan segala rupa. Dan skrining darah itu tidak 100 persen akan gratis. Untuk Hepatitis B, Hepatitis C, dan banyak di antara mereka juga jadi tertular," ujarnya.

Sehingga, pengeluaran Rp 400 juta per tahun itu sebenarnya belum mencakup seluruh biaya pengobatan yang diperlukan. Terutama apabila pasien talasemia mengalami komplikasi akibat kerusakan pada organ tertentu.

Tak heran, talasemia menjadi lima besar dalam penggunaan anggaran BPJS kesehatan hingga saat ini. Untuk itu, Prof. Pustika menekankan pentingnya pemerintah lebih agresif dalam melakukan tindakan pencegahan kelahiran talasemia mayor dengan gencar lakukan skrining.

"Satu anak dirawat dengan 400 juta setahun, itu tanpa komplikasi. Kalau dana di lab swasta itu bisa untuk seribu orang skrining. Walaupun hasilnya tidak secepat seperti membalikan tangan, tapi kalau tidak kita mulai, itu tidak akan terjadi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Talasemia Sedunia 2022: Ini yang Harus Dilakukan Jika Dalam Satu Keluarga Ditemukan Pengidap Talasemia

Hari Talasemia Sedunia 2022: Ini yang Harus Dilakukan Jika Dalam Satu Keluarga Ditemukan Pengidap Talasemia

Health | Senin, 16 Mei 2022 | 03:20 WIB

Dokter RSCM Ungkap Mengapa Banyak Kasus Talasemia Ditemukan di Sumatera dan Sumbawa

Dokter RSCM Ungkap Mengapa Banyak Kasus Talasemia Ditemukan di Sumatera dan Sumbawa

Health | Minggu, 15 Mei 2022 | 15:30 WIB

Penyakit Talasemia: Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyakit Talasemia: Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Health | Kamis, 12 Mei 2022 | 15:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB