3 Vaksin Tambahan Untuk Anak Akan Diberikan Gratis Oleh Pemerintah, Cek Jadwalnya di Sini!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:11 WIB
3 Vaksin Tambahan Untuk Anak Akan Diberikan Gratis Oleh Pemerintah, Cek Jadwalnya di Sini!
Ilustrasi Vaksin Tambahan Untuk Anak. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menambah jenis vaksin pada program imunisasi nasional yang akan diberikan gratis kepada seluruh anak Indonesia. Jenis vaksin tambahan itu adalah vaksin conjugasi pneumokokus (PCV), vaksin HPV, dan vaksin rotavirus.

Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandari Sp.A(K)., mengatakan bahwa ketiga jenis vaksin itu sebenarnya sudah lama digunakan. Hanya saja, baru masuk dalam program nasional pemerintah, sehingga dapat diberikan gratis kepada masyarakat.

"Secara global, banyak negara juga sudah menggunakan vaksin-vaksin tersebut," kata dokter Nastiti dalam siaran langsung Instagram IDAI, Selasa (17/5/2022).

Ia menjelaskan bahwa PCV merupakan vaksin untuk mencegah penyakit pneumokokus yang bisa menyebabkan radang paru akut atau pneumonia pada anak. Selain itu juga bisa menyebabkan radang paru hingga penyakit radang selaput otak.

Rencananya vaksin tersebut mulai diberikan pada Juli 2022 dengan sasaran bayi berusia dua bulan. Kemudian vaksin akan diulang saat bayi berusia 3 bulan dan 12 bulan.

"Jadi bayi-bayi yang lahir pada 1 Mei akan mendapat vaksin pneumonia ini pada Juli nanti," ujarnya.

Sedangkan vaksin HPV diberikan untuk mencegah infeksi papiloma yang menjadi cikal bakal terjadinya kanker serviks atau mulut rahim pada perempuan. Sehingga vaksin ini disasar untuk anak minimal kelas 5 SD.

"Kanker serviks sebagai salah satu kanker tersering yang menyebabkan kematian. Vaksin ini baru akan tersedia di 111 kab/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sasarannya anak perempuan kelas 5 SD. Targetnya pada 2023 sudah bisa menasional," ucap dokter Nastiti.

Vaksin berikutnya merupakan rotavirus yang bermanfaat untuk mencegah kasus diare pada anak-anak. Anggota Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Dwi Prasetyo, Sp.A(K)., menyampaikan bahwa dengan vaksin rotavirus itu maka 90 persen kejadian meninggal akibat diare di Indonesia bisa dicegah.

"Ini sangat penting, karena kalau sukses diharapkan di atas 90 persen kejadian kematian akibat diare di Indonesia akan sangat berkurang. Kita ketahui bahwa penyebab kematian balita paling banyak pada anak-anak yang disebabkan diare rotavirus," kata Prof. Dwi.

Vaksin rotavirus juga akan diberikan sebanyak tiga kali. Yakni, saat anak usia 1 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Prof. Dwi mengingatkan bahwa orangtua harus disiplin dengan jadwal vaksin rotavirus, karena apabila terlewat tidak bisa diulang atau dikejar seperti imunisasi lain.

"Untuk vaksin rotavirus ini harus betul-betul disiplin untuk jadwalnya. Jadi tidak seperti vaksin lain kalau sudah terlambat bisa dikejar. Tapi kalau rotavirus ada batas usia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Tidak Perlu Tes Covid-19 kalau Sudah Vaksin Lengkap

Jokowi: Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Tidak Perlu Tes Covid-19 kalau Sudah Vaksin Lengkap

News | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:29 WIB

Mengenal Beragam Vaksin Hepatitis, Apakah Bisa Digunakan untuk Hepatitis Akut?

Mengenal Beragam Vaksin Hepatitis, Apakah Bisa Digunakan untuk Hepatitis Akut?

Health | Selasa, 17 Mei 2022 | 12:25 WIB

Belajar Dari Pandemi Dan Munculnya Hepatitis Akut, Pemerintah Dituntut Berdikari Serius Ciptakan Vaksin Sendiri

Belajar Dari Pandemi Dan Munculnya Hepatitis Akut, Pemerintah Dituntut Berdikari Serius Ciptakan Vaksin Sendiri

News | Selasa, 17 Mei 2022 | 09:12 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB