Riset CISDI: Rerata Remaja Indonesia Konsumsi Minuman Manis Hingga 4,7 Mililiter per Hari

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:25 WIB
Riset CISDI: Rerata Remaja Indonesia Konsumsi Minuman Manis Hingga 4,7 Mililiter per Hari
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]

Suara.com - Masyarakat Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di Asia Tenggara dalam jumlah konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Remaja jadi kelompok paling dominan dalam konsumsi minuman tersebut.

Temuan itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyatakat Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI). 

"Kami mendapati anak-anak usia 13-18 tahun merupakan konsumsi tertinggi, per harinya sampai 4,7 mililiter per orang per hari," kata Plt. Manajer Riset CISDI Gita Kusnadi, MPH, dalam webinar Aliansi Penyakit Tidak Menular (PTM) Indonesia, Rabu (18/5/2022).

Dari hasil riset tahun 2018 juga ditemukan, 1 dari 10 anak dan remaja di Indonesia mengonsumsi MBDK lebih dari satu kali.

Gita menyampaikan, kebanyakan MBDK di Indonesia mengandung gula terlalu banyak. Seperti minuman soda dengan rasa strawberi yang ditaksir mengandung sekitar 46 gram gula atau hampir 5 sendok makan. 

"Kalau kita lihat ini sudah mendekati dari anjuran Kementerian Kesehatan. Produk lain pun ada minuman bersoda kandungan gulanya juga sampai 12 sendok teh, itu sudah melebihi (anjuran Kemenkes). Ini baru dari produk yang MBDK, belum dari asupan gula lain," kata Gita. 

Temuan itu berbading lurus dengan prevalensi pengidap diabetes yang juga tinggi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mencatat, pengidap diabetes di Indonesia per 2020 sebanyak 6,2 persen atau sekitar 10,8 juta orang.

Menurut Gita, kondisi tersebut bukan hanya disebabkan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes yang masih kurang, tapi juga mudahnya akses terhadap MBDK dengan harga terjangkau.

"Konsumsi MBDK ini memicu juga obesitas, di mana ini merupakan faktor risiko awal yang dapat memicu adanya PTM yang lain. Seperti diabetes, hipertensi, kerusakan liver, dan ginjal. Kemudian penyakit jantung bahkan juga beberapa jenis kanker," tuturnya.

baca juga

Selain edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya konsumsi MBDK berlebihan, CISDI juga meminta pemerintah untuk menaikan cukai agar harga jual produk ikut naik.

"Kenaikan harga itu dapat mendorong masyarakat untuk berpikir dalam mengonsumsi MBDK. Mereka akan menurunkan konsumsi MBDK bahkan mendorong untuk mengubah perilaku untuk membeli produk yang lebih sehat. Pada akhirnya akan memicu penurunan tingkat obesitas dan risiko PTM," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bejat, Seorang Paman Tega Ajak Dua Orang Temannya untuk Mencabuli Keponakannya Sendiri yang Masih di Bawah Umur

Bejat, Seorang Paman Tega Ajak Dua Orang Temannya untuk Mencabuli Keponakannya Sendiri yang Masih di Bawah Umur

Kalbar | Rabu, 18 Mei 2022 | 16:42 WIB

Miris! 4 Bocah Ingusan Tertangkap Curi Kotak Amal Masjid, Beruntung Dibebaskan Gara-gara Ini

Miris! 4 Bocah Ingusan Tertangkap Curi Kotak Amal Masjid, Beruntung Dibebaskan Gara-gara Ini

Surakarta | Rabu, 18 Mei 2022 | 16:03 WIB

4 Alasan Seseorang Tetap Bersama Pasangan yang Toksik, Kamu Mengalaminya?

4 Alasan Seseorang Tetap Bersama Pasangan yang Toksik, Kamu Mengalaminya?

Your Say | Rabu, 18 Mei 2022 | 15:44 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×