facebook

Meski Boleh Lepas Masker di Ruangan Terbuka, Protokol Kesehatan yang Lain Tetap Perlu Dilakukan Ya!

M. Reza Sulaiman
Meski Boleh Lepas Masker di Ruangan Terbuka, Protokol Kesehatan yang Lain Tetap Perlu Dilakukan Ya!
Satgas COVID-19 dalam pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 membawa papan nama berisi imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (11/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Satgas Covid-19 meminta masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan meski sudah dibolehkan melepas masker saat berada di luar ruangan.

Suara.com - Satgas Covid-19 meminta masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan meski sudah dibolehkan melepas masker saat berada di luar ruangan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa kesadaran tinggi tentang protokol kesehatan menjadi kebiasaan baru yang patut dipertahankan meski kondisi pandemi terkendali.

"Maka diharapkan masyarakat sebisa mungkin dapat mempertahankan kebiasaan positif tersebut demi melindungi diri sendiri dan orang lain di masa pandemi COVID-19 ini," kata Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.

Di samping itu, sebagai upaya mencegah dan menguatkan ketahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman penyakit lainnya seperti kejadian Hepatitis dan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak, Indonesia melalui kegiatan G20 mendatang telah merumuskan beberapa tahapan diskusi dalam Side Event One Health.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Bontang Pastikan Kebijakan Bebas Masker Berlaku di Kota Taman

Ilustrasi virus. foto: unsplash
Ilustrasi virus. foto: unsplash

One Health dianggap menjadi solusi terbaik mengingat berbagai masalah yang muncul belakangan ini diyakini memiliki keterkaitan antara kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta lingkungan dan hanya dapat diselesaikan pula dengan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor tersebut.

Sebelumnya diberitakan, dalam pertemuan menteri kesehatan se-ASEAN, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama menteri kesehatan China telah mempromosikan pendekatan One Health dalam menghadapi wabah penyakit.

Untuk menghadapi wabah lain yang berpotensi menyebabkan pandemi, sangat penting untuk mempromosikan One Health dalam mengatasi akar penyebab pandemi. Wilayah kita perlu mendeteksi dan mengurangi ancaman dan wabah zoonosis dengan lebih baik.

"Kita setuju dengan MoU meng-cover kegiatan-kegiatan ASEAN dan Cina. Pada intinya tetap fokusnya ke cara kita mencegah pandemi ke depannya tapi lebih banyak ke konsep One Health," katanya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Hampir semua pandemi itu, lanjut Menkes Budi, virus, bakteri, atau parasitnya loncat dari hewan ke manusia. Seperti halnya virus flu burung dari unggas ke manusia.

Baca Juga: Sudah Boleh Lepas Masker, Apakah PPKM Masih Perlu Diterapkan? Ini Jawaban Satgas Covid-19

"Untuk mencegah terjadinya pandemi kita harus memonitor ekosistem hewannya supaya jangan sampai virusnya loncat. Kalaupun virusnya loncat yang tadinya menular hanya di antara hewan kemudian pindah dari hewan ke manusia itu harus dideteksi lebih dini lagi," tuturnya.

Komentar