facebook

Patuh Minum Obat & Rutin Cek Tekanan Darah adalah Keharusan Bagi Penderita Hipertensi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Patuh Minum Obat & Rutin Cek Tekanan Darah adalah Keharusan Bagi Penderita Hipertensi
Ilustrasi mengukur tekanan darah. (Freepik)

Kurangnya kepatuhan minum obat merupakan salah satu alasan tekanan darah penderita hipertensi tidak terkontrol.

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan. Prevalensi orang yang menderita kondisi ini masih tinggi, baik secara global maupun di Indonesia.

Salah satu faktornya adalah kurangnya kepatuhan minum obat dan kesadaran untuk memonitor tekanan darah secara rutin.

Studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa 53 persen wanita dan 62 persen laki-laki atau 720 juta penderita tidak menerima pengobatan yang dibutuhkan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hanya separuh (54 persen) penderita hipertensi rutin minum obat, sebanyak 32,27 persen tidak rutin minum obat dan 13,3 persen tidak pernah minum obat sama sekali.

Baca Juga: Penting! Cegah Komplikasi, Pasien Hipertensi Wajib Minum Obat Secara Disiplin

Spesialis jantung Devie Caroline mengatakan bahwa kurangnya kepatuhan minum obat merupakan salah satu alasan tekanan darah penderita hipertensi tidak terkontrol.

Webinar OMRON Healthcare Indonesia (Zoom)
Webinar OMRON Healthcare Indonesia (Zoom)

"Beberapa alasan penderita hipertensi tidak minum obat antara lain karena penderita hipertensi merasa sehat, lupa minum obat, penderita memilih obat tradisional dan selain itu takut efek samping obat," kata Devie, dalam webinar WHD 2022 bertajuk 'Periksa Tekanan Darah Anda Secara Akurat & Kendalikan dengan Kepatuhan terhadap Pengobatan' pada Jumat (20/5/2022).

Karenanya, menurut Devie, perlu adanya beberapa strategi agar penderita hipertensi patuh minum obat.

Berangkat dari masalah ini, OMRON Healthcare Indonesia memiliki tiga inisiatif untuk mengendalikan hipertensi dengan merancang perangkat inovatif, ditandai dengan adanya lebih dari 50 paten teknologi.

Mereka juga melakukan evolusi pengobatan penyakit kronis melalui percepatan layanan Remote Patient Monitoring (RPM), serta mengembangkan teknologi AI untuk menganalisa data vital tubuh.

Baca Juga: Wajib Hati-hati, Risiko Hipertensi Meningkat Seiring Bertambahnya Usia

Alat-alat teknologi tersebut dapat digunakan di rumah untuk mendukung diagnosis dan perawatan pasien hipertensi.

"Kami menantang diri kami sendiri untuk mengembangkan perangkat dan layanan yang memungkinkan orang mendeteksi hipertensi dan aritmia di rumah melalui monitoring," tandas Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe.

Komentar