facebook

Banyak Negara Mulai Kendorkan Aturan Protokol Kesehatan, WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir!

Risna Halidi | Lilis Varwati
Banyak Negara Mulai Kendorkan Aturan Protokol Kesehatan, WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir!
Ilustrasi Covid-19. (Cottonbro dari Pexels)

WHO menegaskan pandemi Covid-19 belum berakhir, di tengah banyaknya negara yang mulai mengeluarkan kebijakan pelonggaran protokol kesehatan.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO menegaskan pandemi Covid-19 belum berakhir, di tengah banyaknya negara yang mulai mengeluarkan kebijakan pelonggaran protokol kesehatan.

Para menteri kesehatan di seluruh dunia diminta tetap waspada meski kasus dan kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan telah menurun secara signifikan.

"Apakah Covid-19 sudah berakhir? Tidak, ini belum berakhir. Saya tahu itu bukan pesan yang ingin Anda dengar, dan itu jelas bukan pesan yang ingin saya sampaikan," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Gebreyesus dalam pembukaan Majelis Kesehatan Dunia yang pertama kali sejak 2019 diadakan secara langsung, Minggu (22/5/2022).

Dia menambahkan, meski di banyak negara semua pembatasan telah dicabut dan kehidupan tampak seperti sebelum pandemi, kasus positif yang dilaporkan sebenarnya meningkat di hampir 70 negara di semua wilayah.

Baca Juga: Bio Farma Jadikan Zimbabwe Manufacturing Hub Obat-obatan di Afrika

"Dan di dunia, di mana tingkat pengujian telah anjlok," imbuh Tedros.

Ia juga memperingatkan bahwa kematian yang dilaporkan masih meningkat di Afrika, benua dengan cakupan vaksinasi Covid-19 terendah.

"Virus ini telah mengejutkan kami di setiap kesempatan, wabah yang telah melanda masyarakat berulang kali. Dan kami masih tidak dapat memprediksi arahnya atau intensitasnya," aku Tedros.

Tedros mengingatkan bahwa meningkatnya penularan berisiko lebih banyak kematian dan kemunculan varian baru. Penurunan jumlah tes serta pengurutan genome pun diartikan Tedros kalau manusia membutakan diri terhadap evolusi virus.

Tedros mengungkapkan kalau fokus utama WHO sekarang yaitu, untuk mendukung negara-negara dalam membuat vaksin secepat mungkin, tetapi mereka masih melihat masalah sisi pasokan untuk tes dan terapi dengan dana dan akses yang tidak mencukupi.

Baca Juga: Jawa Barat Jadi Penyumbang Kasus Baru COVID-19 Terbanyak Kedua Tingkat Nasional Hari ini

"Pandemi tidak akan hilang secara ajaib. Tapi kita bisa mengakhirinya. Kami memiliki pengetahuan. Kami memiliki alatnya. Ilmu pengetahuan telah memberi kita keunggulan," tegasnya.

Komentar