Studi: Perempuan Lebih Sering DIam Saat Menderita Karena Menstruasi di Tempat Kerja

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:40 WIB
Studi: Perempuan Lebih Sering DIam Saat Menderita Karena Menstruasi di Tempat Kerja
Ilustrasi menstruasi tidak teratur (Pexels/Andrea Piacquadio).

Suara.com - Menstruasi masih kerap dianggap tabu di sebagian masyarakat. Bahkan, perempuan seringkali lebih suka memendam rasa sakitnya daripada mengakui kondisi kesehatannya di tempat kerja.

Hal itu berdasarkan sebuah penelitian terbaru. Menurut studi tersebut, sekitar enam dari 10 perempuan mengatakan mereka tidak akan merasa nyaman mendiskusikan topik seperti kram menstruasi, tes smear, pemeriksaan payudara, atau menopause dengan manajer.

Jajak pendapat terhadap 2.000 orang dewasa yang secara biologis perempuan menemukan bahwa 40 persen mengatakan ini karena akan terlalu canggung dan tidak nyaman. Demikian seperti dilansir dari The Sun. 

Sekitar 36 persen mengatakan mereka akan merasa malu, dan 22 persen mengatakan mereka akan tetap diam karena mereka tidak ingin dianggap sebagai 'pemalas' bagi orang lain.

Ilustrasi Menstruasi. (pexels)
Ilustrasi Menstruasi. (pexels)

Bukan hanya di tempat kerja di mana perempuan tutup mulut, karena seperempatnya tidak akan membahas masalah pasca-kehamilan dengan keluarga atau teman.

Studi ini dilakan oleh penyedia layanan kesehatan dan perawatan gigi Simplyhealth untuk memicu satu juta 'percakapan yang nyaman' tentang kesehatan perempuan selama Bulan Kesehatan perempuan dengan kampanyenya

Direktur Klinis, Catherine Rutland, mengatakan: “Tidak seorang pun harus menderita dalam diam dan survei kami menunjukkan bahwa terlalu banyak perempuan di Inggris yang melakukan hal itu.

“Apakah itu di tempat kerja, atau dalam kehidupan pribadi mereka, perempuan merasa tidak nyaman atau malu mendiskusikan masalah kesehatan yang normal.

"Sudah waktunya kita mendobrak penghalang itu dan membuang hal-hal yang tabu."

baca juga

Studi ini juga menemukan 47 persen responden yang bekerja tidak berpikir bos mereka akan memahami masalah kesehatan yang secara khusus mempengaruhi jenis kelamin mereka.

Sementara 43 persen khawatir mereka akan dianggap lemah, dan 47 persen tidak berpikir masalah mereka akan dikenali sebagai penyakit.

Meskipun 54 persen tidak memiliki masalah membahas kondisi kesehatan umum, seperti flu, sakit punggung, dan Covid-19, 43 persen 'menderita dalam kesunyian' di tempat kerja sambil khawatir tentang penyakit khusus perempuan.

Kram menstruasi (33 persen) dan menopause (18 persen) adalah beberapa masalah yang disimpan perempuan untuk diri mereka sendiri.

Sementara 13 persen mengalami keguguran tetapi tidak memberi tahu majikan mereka ada yang salah.

Faktanya, lebih dari seperempat akan diam tentang keguguran karena khawatir hal itu akan berdampak pada peluang karir mereka atau potensi kenaikan gaji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Hal yang Bisa Menyebabkan Seseorang Tak Bahagia di Tempat Kerja, Alami?

4 Hal yang Bisa Menyebabkan Seseorang Tak Bahagia di Tempat Kerja, Alami?

Your Say | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:17 WIB

4 Teknik Yoga yang Dipercaya Bisa Atasi Stres dan Kram Menstruasi

4 Teknik Yoga yang Dipercaya Bisa Atasi Stres dan Kram Menstruasi

Health | Minggu, 22 Mei 2022 | 20:40 WIB

Bocah Minta Ibu Usir Ayah Kandung, Diduga karena Ada Wanita Cantik di Kantor Bapaknya: Buang Aja Suami Mami

Bocah Minta Ibu Usir Ayah Kandung, Diduga karena Ada Wanita Cantik di Kantor Bapaknya: Buang Aja Suami Mami

Hits | Minggu, 22 Mei 2022 | 17:26 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×