facebook

Update Covid-19 Global: Laporan Mingguan WHO Catat Masih Ada Peningkatan Kasus di 2 Wilayah

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Laporan Mingguan WHO Catat Masih Ada Peningkatan Kasus di 2 Wilayah
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Amerika Serikat juga mendominasi laporan harian angka kematian pada pasien infeksi virus corona tersebut, jumlahnya mencapai 205 jiwa.

Suara.com - Kasus positif Covid-19 global bertambah sebanyak 567.531 dalam 24 jam terakhir pada Kamis (26/5/2022) pagi. Bersamaan dengan itu, angka kematian juga bertambah 1.446 jiwa. 

Data pada situs worldometers tercatat, kasus positif baru paling banyak dilaporkan Korea Utara dengan 115.980. Diikuti Amerika Serikat sebanyak 86.719 kasus.

Amerika Serikat juga mendominasi laporan harian angka kematian pada pasien infeksi virus corona tersebut, jumlahnya mencapai 205 jiwa. 

 Akibat berbagai penambahan tersebut, akumulasi data Covid-19 di seluruh dunia saat ini tercatat ada 529,5 juta kasus positif dengan kematian lebih dari 6,3 juta jiwa. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Pasien Sembuh Mencapai 97 Persen

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kalau kasus mingguan baru terus menunjukan tren penurunan yang diamati sejak puncaknya pada Januari 2022. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Selama 16-22 Mei 2022, lebih dari 3,7 juta kasus positif baru dilaporkan di seluruh dunia. Jumlah itu turun 3 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Jumlah kematian mingguan baru juga terus menurun, dengan lebih dari 9000 kematian dilaporkan, atau turun 11 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Meski begitu, apabila dilihat per wilayah, jumlah kasus mingguan baru masih ada peningkatan di Wilayah Amerika yqng naik 13 persen dan Wilayah Pasifik Barat meningkat 6 persen, sementara tren penurunan diamati di empat wilayah lainnya.

Selama periode yang sama, kematian mingguan juga meningkat di Wilayah Mediterania Timur naik 30 persen. Dan tetap stabil di wilayah Pasifik Barat juga Amerika.

Baca Juga: Epidemiolog Sebut Booster Bisa Cegah Long Covid dan Lindungi Kelompok Rentan yang Belum Divaksin

"Tren ini harus ditafsirkan dengan hati-hati karena beberapa negara telah secara progresif mengubah strategi pengujian Covid-19, menghasilkan jumlah keseluruhan tes yang dilakukan lebih rendah dan akibatnya jumlah kasus yang terdeteksi lebih rendah," kata WHO, dikutip dari situs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB.

Komentar