Konsumsi Minuman Protein sebelum Makan Bantu Kontrol Diabetes, Begini Penjelasan Peneliti

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Mei 2022 | 16:08 WIB
Konsumsi Minuman Protein sebelum Makan Bantu Kontrol Diabetes, Begini Penjelasan Peneliti
Ilustrasi diabetes. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)

Suara.com - Para ilmuwan percaya minuman tertentu bisa memperlambat laju pencernaan makanan dan merangsang hormon untuk menghentikan kadar gula darah naik terlalu cepat.

Dalam studi tersebut, orang dengan diabetes tipe 2 diberi suntikan siap pakai yang mengandung protein whey dosis rendah sebelum makan.

Mereka dipantau selama seminggu ketika menjalani kehidupan sehari-hari yang normal. Kemudian, para peserta diberi suntikan kontrol, yang tidak mengandung protein sama sekali selama seminggu lagi.

Saat mereka melakukan tes darah di minggu kedua, hasilnya menunjukkan kadar glukosa mereka jauh lebih terkontrol setelah minum suplemen protein whey.

Kadar gula darah peserta tetap normal selama rata-rata dua jam per hari, dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang belum minum protein whey.

ilustrasi diabetes (shutterstock)
ilustrasi diabetes (shutterstock)

"Sementara penelitian sebelumnya di laboratorium telah menunjukkan potensi intervensi diet ini, ini adalah pertama kalinya orang dipantau saat mereka menjalani kehidupan normal," kata Dr Daniel West dari Universita Newcastle dikutip dari Express.

Menurut Daniel, menyelidiki potensi alternatif obat-obatan seperti suplemen makanan sangat penting di tengah banyaknya orang yang menderita diabetes.

Kini, peneliti berusaha melakukan studi mengenai hal ini untuk jangka waktu yang lebih lama hingga 6 bulan.

Mereka juga berencana untuk mencari protein alternatif, seperti kacang polong, kentang dan jamur untuk orang-orang dengan kebutuhan diet vegan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya

Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 21:12 WIB

Peneliti Menemukan Penyebab Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19, Kuncinya Ada di Protein Lonjakan Virus

Peneliti Menemukan Penyebab Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19, Kuncinya Ada di Protein Lonjakan Virus

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 19:56 WIB

Diabetes Kronis Dapat Menyebabkan Rasa Nyeri di Tubuh, Kenali Tanda-tandanya

Diabetes Kronis Dapat Menyebabkan Rasa Nyeri di Tubuh, Kenali Tanda-tandanya

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:46 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB